Sensus Ekonomi BPS Lebak Jangkau Masyarakat Adat Baduy

  • 09 Sep 2026 10:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pelaksanaan Sensus Ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk masyarakat adat Baduy. Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lebak.

Masyarakat adat Baduy turut menjadi sasaran pendataan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi yang baru saja selesai dilakukan oleh BPS Kabupaten Lebak. Fungsional Statistisi BPS Kabupaten Lebak, Yulian Sarwo Edhi, mengatakan proses pendataan pada masyarakat adat Baduy berlangsung dengan lancar.

Petugas sensus tidak menemukan kendala berarti ketika melakukan proses pencacahan di lingkungan masyarakat adat Baduy. “Dalam pendataan Sensus Ekonomi pada masyarakat adat Baduy tidak ditemukan kendala berarti. Proses pencacahan berjalan lancar,” kata Yulian Sarwo Edhi, Selasa 8 September 2026.

Ia menjelaskan, kelancaran proses pencacahan tersebut membuat petugas dapat menjalankan pendataan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Pendataan di wilayah masyarakat adat Baduy juga menjadi bagian penting dalam upaya BPS mendapatkan data ekonomi yang lebih menyeluruh di Kabupaten Lebak.

Meski demikian, Yulian mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi secara keseluruhan masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satu kendala yang ditemui petugas adalah masih adanya masyarakat yang enggan memberikan data secara terbuka kepada petugas sensus.

Bahkan, sebagian masyarakat disebut belum memberikan informasi yang sebenarnya ketika petugas melakukan pendataan. Yulian mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memperoleh data ekonomi yang akurat dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“Secara keseluruhan, masih banyak masyarakat yang tidak jujur atau enggan memberikan data kepada petugas sensus,” ujar Yulian. Keengganan masyarakat dalam memberikan data secara jujur umumnya dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap dampak data tersebut terhadap kewajiban perpajakan.

Masyarakat, kata Yulian, masih ada yang menganggap bahwa data yang disampaikan kepada petugas sensus nantinya akan berkaitan langsung dengan pajak penghasilan atau kewajiban lainnya. “Kebanyakan mereka enggan memberikan data yang jujur karena khawatir akan berdampak pada pajak penghasilan dan lainnya,” katanya.

Padahal, pendataan dalam Sensus Ekonomi memiliki tujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Data yang diperoleh dari kegiatan tersebut nantinya menjadi bahan penting dalam penyusunan berbagai kebijakan dan perencanaan pembangunan.

Karena itu, BPS berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya ketika mengikuti kegiatan pendataan.Yulian menegaskan, keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi sangat dibutuhkan agar hasil sensus dapat menggambarkan kondisi ekonomi secara lebih akurat.

Selain persoalan kejujuran responden, BPS Kabupaten Lebak kini memasuki tahapan setelah proses pencacahan selesai dilakukan. Saat ini, BPS Kabupaten Lebak tengah melakukan verifikasi dan penyesuaian terhadap data yang telah dikumpulkan oleh petugas di lapangan.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan data hasil pendataan dapat diperiksa kembali sebelum digunakan sebagai bagian dari hasil Sensus Ekonomi. Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Lebak, BPS melibatkan sebanyak 1.507 petugas untuk melakukan pendataan kepada masyarakat.

“Sekarang BPS Lebak tengah melakukan verifikasi penyesuaian data yang telah dilakukan oleh 1.507 petugas,” ucap Yulian. BPS Kabupaten Lebak berharap seluruh tahapan Sensus Ekonomi dapat menghasilkan data yang berkualitas sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....