Bulog akan Bangun Lumbung Pangan di Pandeglang

  • 04 Sep 2026 05:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Badan Urusan Logistik (Bulog) bersiap membangun lumbung pangan di Kabupaten Pandeglang guna memperkuat penyerapan hasil panen padi masyarakat serta mendukung program swasembada pangan nasional. Kepastian rencana pembangunan ini ditandai dengan pelaksanaan serah terima hibah sertifikat lahan dari Pemkab Pandeglang di Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Kamis 3 September 2026.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Fahmi, mengatakan lahan hibah yang disiapkan untuk pembangunan lumbung pangan tersebut berlokasi di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, dengan luas mencapai 4,4 hektare. Menurutnya lokasi tanah seluas 4,4 hektare tersebut merupakan aset milik Pemkab Pandeglang yang telah sesuai dengan pola ruang kawasan tanaman pangan.

"Tanah ini milik Pemda Pandeglang seluas 4,4 hektare. Kebetulan lokasi tersebut sesuai dengan pola ruang Kabupaten Pandeglang yang masih berwarna hijau dan merupakan kawasan tanaman pangan," ujar Fahmi, 3 September 2026.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Pusat, Mayjen TNI (Purn) Ade Prasetya Nurdin, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan lumbung pangan ini merupakan wujud tindak lanjut Bulog atas instruksi Presiden terkait percepatan swasembada pangan. Kehadiran fasilitas tersebut diklaimnya akan memastikan hasil panen para petani Pandeglang terserap seluruhnya secara optimal.

“Bulog bagian untuk melakukan penyerapan beras. Sampai akhir tahun ini harus menyerap hasil panen petani,” kata Ade.

Ia menyebut, kedepannya Bulog secara bertahap tidak hanya berfokus pada penyerapan komoditas beras. Melainkan turut memperluas cakupan penyerapan pada komoditas pangan lainnya seperti kedelai dan gula demi menekan angka impor.

Rencana strategis ini disambut antusias oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani. Menurutnya, keberadaan lumbung pangan akan memberikan kepastian pasar bagi para petani sehingga mereka tidak perlu khawatir mengenai tempat penyaluran hasil panen.

“Dengan Bulog jadi off-taker, tak perlu lagi petani takut mau menjual hasil panennya ke mana, karena sudah siap ada yang menampung,” ujar Dewi.

Bupati berharap kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Bulog, petani, serta seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat realisasi pembangunan, sehingga Kabupaten Pandeglang memiliki ekosistem pengelolaan pertanian yang semakin tangguh dan mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....