Kodim Pandeglang Usulkan Pembangunan Permanen Jembatan Ambruk di Panimbang
- 28 Agt 2026 17:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Komando Distrik Militer (Kodim) 0601/Pandeglang mengambil langkah cepat menindaklanjuti putusnya akses vital warga akibat ambruknya jembatan penghubung di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang. Infrastruktur penyeberangan tersebut sebelumnya runtuh total setelah terperosok kendaraan berat pembawa material bangunan.
Kerusakan parah pada jembatan berdimensi panjang sekitar 24 meter itu sempat terekam dan viral di media sosial karena melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Puluhan siswa sekolah dasar terpaksa mengurungkan niat berangkat belajar akibat terputusnya satu-satunya jalur penghubung utama menuju jalan raya.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra turun langsung ke lapangan untuk meninjau titik lokasi reruntuhan jembatan pada Jumat 28 Agustus 2026. Peninjauan ini dilakukan guna memetakan kebutuhan teknis penanganan infrastruktur secara komprehensif.
| Baca juga: DPRD Pandeglang Tanggapi Surat Edaran TAPD |
Pihak TNI memastikan akan segera mengajukan usulan pembangunan jembatan permanen langsung kepada jajaran komando atas di Mabes TNI. Langkah diplomasi vertikal ini ditempuh agar pemulihan akses warga dapat segera direalisasikan.
"Mudah-mudahan untuk jembatan ini, bisa kita ajukan ke komando atas, dan akan diproses, semoga ke depannya kegiatan selanjutnya bisa lebih baik, sehingga bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat," ujar Letkol Inf Fajar Aulia Futra, Jumat 28 Agustus 2026.
Pembangunan jembatan konstruksi beton ini dinilainya sangat mendesak demi memulihkan roda perekonomian serta aktivitas pendidikan di kawasan pesisir tersebut. Dandim menegaskan kehadiran jembatan beton permanen nantinya akan memberikan jaminan keamanan jangka panjang bagi seluruh warga sekitar.
“Ini akses yang sangat penting bagi masyarakat, selain anak-anak sekolah, masyarakat juga menggunakan jembatan ini untuk aktivitas ekonomi, termasuk membawa hasil bumi,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Ade Sarmani, menyambut baik langkah sigap jajaran TNI dalam merespons isolasi wilayah akibat putusnya jembatan. Warga berharap realisasi pembangunan permanen dapat segera dikerjakan agar aktivitas sosial kembali normal tanpa rasa cemas.
"Kita berharap pembangunan jembatan segera direalisasikan karena akses tersebut sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, serta aktivitas anak-anak sekolah," ujar Ade.
Ade mengatakan sebelumnya, warga sempat berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya menggunakan batang pohon kelapa sekadarnya. Kendati bisa dilalui, menurutnya lintasan darurat tersebut dinilai sangat berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan pejalan kaki serta anak-anak sekolah.
Karena menurutnya jalur ini merupakan tumpuan utama pergerakan hasil bumi dan mobilitas warga sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....