Produksi Beras Lebak Surplus hingga Empat Belas Bulan

  • 28 Agt 2026 05:22 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat mengalami surplus cukup besar. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, surplus beras mencapai 191.477 ton. umlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Lebak hingga 14 bulan ke depan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan kondisi produksi beras daerah saat ini masih cukup baik. Sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak masih memasuki musim panen padi, terutama kawasan persawahan yang memiliki sumber air dari permukiman maupun jaringan irigasi.

“Di berbagai wilayah Kabupaten Lebak saat ini masih memasuki musim panen, khususnya areal persawahan yang memiliki sumber air permukiman maupun irigasi,” kata Rahmat Yuniar, Kamis, 27 Agustus 2026. Rahmat menjelaskan, lahan pertanian yang saat ini memasuki panen tidak banyak terdampak kondisi kemarau panjang.

Para petani di sejumlah wilayah tersebut mampu mengantisipasi keterbatasan air dengan memanfaatkan pompa untuk mengambil air permukaan. “Petani mengoptimalkan pompa air dengan menyedot air permukaan, sehingga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air dan bisa berproduksi,” ujarnya.

Pemanfaatan sumber air tersebut turut membantu menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air. Dari total produksi Januari-Juli 2026 sebanyak 281.458 ton, kebutuhan beras yang telah terserap tercatat sekitar 89.981 ton.

Dengan demikian, terdapat surplus produksi beras sekitar 191.477 ton yang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Rahmat menyebutkan kebutuhan konsumsi pangan masyarakat Kabupaten Lebak mencapai sekitar 154.253 ton per tahun.

Kebutuhan tersebut setara dengan rata-rata konsumsi sekitar 12.854 ton beras setiap bulan. Angka kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Lebak yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa.

“Produksi beras lokal kita surplus 191.477 ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 154.253 ton per tahun, ketersediaan itu diperkirakan cukup untuk kebutuhan masyarakat selama 14 bulan,” kata Rahmat.

Kondisi surplus tersebut menunjukkan produksi pangan lokal Kabupaten Lebak masih mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pemerintah daerah juga terus mendorong petani untuk mempertahankan produktivitas melalui optimalisasi lahan dan pemanfaatan sumber air yang tersedia.

Selain dari sisi produksi, aktivitas panen padi juga masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Ketua Kelompok Tani Sukabungah, Desa Tambakbaya, Ruhiana, mengatakan petani di wilayahnya masih melakukan panen padi.

Kegiatan panen diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus 2026 dengan luas lahan yang mencapai sekitar 150 hektare. “Sekarang masih panen padi dan diperkirakan berlangsung sampai akhir Agustus 2026. Luas lahannya sekitar 150 hektare,” ujar Ruhiana.

Ruhiana menambahkan, hasil panen petani di wilayah tersebut sebagian besar tidak dijual dalam bentuk gabah. Hasil produksi padi justru diolah menjadi beras melalui usaha yang dikelola kelompok tani. “Panen padi di sini kebanyakan diproduksi menjadi beras melalui usaha kelompok tani, sehingga tidak dijual dalam bentuk gabah,” katanya.

Pengolahan hasil panen menjadi beras di tingkat kelompok tani diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan lokal di Kabupaten Lebak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....