Gabah Lebak Kualitas Nomor Satu Terus Diserap Bulog
- 24 Agt 2026 19:59 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Pimpinan Perum Bulog Cabang Lebak, Muhammad Syaukani, memastikan gabah kering pungut (GKP) hasil panen petani di Kabupaten Lebak memiliki kualitas terbaik. Syaukani menyebut kualitas gabah asal Lebak berada pada kategori nomor satu dan memiliki daya saing tinggi di pasaran.
Kualitas tersebut terlihat dari tingginya permintaan terhadap hasil panen petani Lebak dari berbagai daerah. Tidak hanya pengusaha beras lokal yang memburu gabah Lebak, permintaan juga datang dari luar Kabupaten Lebak.
Bahkan, hasil panen petani Lebak disebut telah banyak dicari pengusaha beras dari Lampung dan sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat. "Kualitas gabah dari Lebak tidak perlu diragukan lagi. Gabahnya merupakan kualitas terbaik atau nomor satu," kata Muhammad Syaukani, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia mengatakan, kualitas gabah tersebut menjadi salah satu alasan hasil panen petani Lebak mudah diterima pasar. Kondisi itu sekaligus menunjukkan bahwa produk pertanian dari Lebak memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.
Syaukani menilai, kualitas gabah yang baik harus terus dipertahankan oleh petani agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan. Tingginya permintaan terhadap gabah Lebak juga menjadi indikator bahwa hasil panen petani setempat telah dikenal oleh pelaku usaha beras.
"Ini terbukti dari hasil panen petani yang banyak dicari, bukan hanya pengusaha beras lokal, tetapi juga dari luar Lebak," ujarnya. Permintaan dari luar daerah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian petani.
Selain memastikan kualitas, Bulog Cabang Lebak juga terus melakukan penyerapan gabah hasil panen petani di wilayah Lebak dan Pandeglang. Penyerapan tersebut masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026 dan diproyeksikan terus berlanjut sampai akhir tahun.
Syaukani mengatakan, kegiatan penyerapan masih akan dilakukan karena petani di kedua daerah tersebut diperkirakan masih akan terus memasuki masa panen. "Kami masih akan terus melakukan penyerapan gabah kering pungut hasil panen petani Lebak dan Pandeglang," kata Syaukani.
Keberlanjutan penyerapan menjadi bagian penting untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dan tidak mengganggu kestabilan harga di tingkat petani. Bulog juga berupaya mengoptimalkan penyerapan dari petani lokal selama produksi gabah masih tersedia.
Dengan begitu, hasil panen petani dapat masuk ke dalam cadangan pangan melalui mekanisme penyerapan yang dilakukan Bulog. Syaukani menyebut stok beras di gudang Bulog Cabang Lebak saat ini telah mencapai sekitar 27 ribu hingga 3.000 ton.
Stok tersebut, lanjut dia, seluruhnya merupakan hasil penyerapan dari panen petani lokal di wilayah Lebak dan sekitarnya. "Stok beras di gudang Bulog Cabang Lebak saat ini merupakan hasil penyerapan dari panen petani lokal," ucapnya.
Keberadaan stok tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketersediaan cadangan beras sekaligus mendukung hasil produksi petani daerah. Bulog Cabang Lebak memastikan penyerapan akan terus dilakukan selama petani masih melakukan panen hingga penghujung tahun 2026.
Syaukani berharap kualitas gabah petani Lebak yang selama ini dikenal pasar dapat terus dipertahankan sehingga mampu memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....