Meriahnya Lomba 17-an di Sindang Kasih, Dari Balita Sampai Lansia

  • 18 Agt 2026 07:36 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kampung Sindang Kasih, Kabupaten Serang, Banten dimulai pada Senin, 17 Agustus 2026 dengan keterlibatan ratusan warga dari berbagai usia.
  • Panitia menyelenggarakan 20 jenis perlombaan unik khas 17-an yang dikelompokkan berdasarkan usia peserta mulai dari TK, SD, remaja, ibu-ibu, hingga kelompok pemuda.
  • Antusiasme warga terhadap perayaan kemerdekaan terlihat dari partisipasi massal yang tumpah ruah di jalanan kampung untuk mengikuti berbagai lomba 17-an.

RRI.CO.ID Serang - Kemeriahan HUT ke-81 Republik Indonesia begitu terasa di Kampung Sindang Kasih, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Senin, 17 Agustus 2026. Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruah di jalanan kampung untuk mengikuti bermacam lomba unik khas 17-an.

Tak tanggung-tanggung, panitia mengocok 20 jenis perlombaan yang dikelompokkan sesuai usia peserta, mulai dari anak-anak tingkat TK, SD, remaja, ibu-ibu, hingga kelompok pemuda.

Anak-anak tingkat TK tampak asyik memperebutkan juara di lomba kelereng, pancing paku, makan kerupuk, dan makan Oreo. Sedangkan tingkat SD disuguhi lomba corong air, estafet kardus, memasukkan pensil lewat spion, hingga balap karung helm.

Ketua Panitia Pelaksana, Eka, mengaku kaget sekaligus bangga melihat tumpah ruahnya warga yang hadir. Menurutnya, antusiasme warga tahun ini jauh lebih ramai dibanding perayaan sebelumnya.

"Antusiasmenya sangat luar biasa, dari anak-anak, remaja, sampai orang tua ikut berpartisipasi dan meramaikan perlombaan," ujar tutur Eka di lokasi acara.

Suasana makin pecah saat giliran kategori ibu-ibu dan pemuda tampil. Para ibu beradu ketangkasan di lomba estafet air, estafet tepung, pancing kerupuk, hingga lomba karaoke. Sementara para pemuda saling unjuk kebolehan di lomba mengambil koin dari buah kelapa bertirus dan balap karung helm.

Sorak-sorai penonton dan gelak tawa pecah setiap kali ada peserta yang terjatuh atau bertingkah kocak di area perlombaan. Anggota panitia lainnya, Sinta, menyebut perayaan 17-an ini tak sekadar mencari hadiah, melainkan ajang silaturahmi untuk mempererat kekompakan antarwarga kampung.

"Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan lebih meriah lagi. Yang penting warga bisa kumpul bareng dan tetap kompak," kata Sinta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....