Kesultanan Banten Jadikan HUT RI Momentum Ajak Warga Jauhi Narkoba
- 17 Agt 2026 21:59 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Semangat kemerdekaan di Keraton Surosowan, Banten Lama, Kota Serang, Senin, 17 Agustus 2026, tidak hanya ditandai pengibaran bendera. Kesultanan Banten juga mengajak warga menjauhkan generasi muda dari narkoba dan menjaga persatuan.
Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, memimpin upacara yang diikuti prajurit Kesultanan Banten. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu juga diisi Deklarasi Banten Bersinar, atraksi debus, aksi ekstrem, dan pemberian penghargaan kepada pasukan pengibar bendera.
Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni mengatakan, masyarakat Banten perlu menjauhi narkoba serta menjaga akidah dan budaya.
"Yang pertama, dijauhi dari narkoba. Tapi yang paling utama adalah jadikan Banten berakidah, berbudaya, sejahtera. Itu sesuai dengan motto Kesultanan Banten," kata Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia mengatakan, akhlak yang baik dapat mencegah masyarakat melakukan hal-hal yang menyimpang. Akidah, menurutnya, berkaitan dengan rasa takut kepada Allah, sedangkan budaya berkaitan dengan adab.
"Akhlakul karimah itu bisa mencegah hal-hal yang menyimpang. Takut kepada Allah. Berbudaya itu adab. Kalau sudah dua dijalankan, insyaallah sejahtera kita," ujarnya.
Ratu Bagus juga meminta warga Banten bersatu dan menjaga NKRI. Ia menyebut Kesultanan Banten bersama kesultanan lain ikut mendukung berdirinya Indonesia.
"Warga Banten harus bersatu. Jaga NKRI. Jangan ada istilah Pak Sultan Banten akan membubarkan diri dari NKRI. Tidak ada itu," katanya.
"Justru dengan adanya Kesultanan Banten beserta kesultanan lain-lain, ikut mendukung berdirinya NKRI. Kami pewarisnya, penerus tahtanya. Tidak mungkin untuk menyimpang," ujarnya.
Menurut Ratu Bagus, kemerdekaan juga menjadi kesempatan menyatukan berbagai elemen masyarakat yang selama ini terpecah.
"Menyatukan elemen yang selama ini terpecah-pecah. Sekarang kita bersatu padu menuju Indonesia yang merdeka, bersih, betul-betul merdeka," katanya.
Ia menilai kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari narkoba yang dapat mengancam generasi mendatang.
"Merdeka bukan hanya dari penjajah dan lain-lain, dari narkoba. Karena ini berbahaya untuk generasi mendatang," ujarnya.
Usai rangkaian kegiatan Sultan Banten ke-18, acara dilanjutkan dengan atraksi budaya prajurit Kesultanan Banten.
Panglima Kesultanan Banten sekaligus Ketua Umum Laskar Kesultanan Banten, Abah Astari, mengatakan atraksi tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mengenalkan budaya Banten.
"Tujuannya untuk memeriahkan acara 17 Agustus ini. Budaya Banten identik dengan atraksi ekstrem seperti debus," kata Abah Astari di depan Masjid Agung Banten.
Rangkaian atraksi diisi debus serta aksi menarik mobil menggunakan rambut dan gigi. Abah Astari menarik mobil sejauh sekitar 100 meter menggunakan gigi. Sebelumnya, santri Laskar Kesultanan Banten menarik mobil menggunakan rambut.
Abah Astari mengatakan, awalnya tiga mobil disiapkan untuk atraksi. Namun, kondisi lokasi tidak memungkinkan sehingga hanya dua mobil yang ditarik.
Persiapan dilakukan secara singkat karena para pelaku sudah terbiasa dan terlatih. Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat tidak mencoba aksi tersebut tanpa latihan.
"Kalau tidak pernah berlatih, dilarang keras mencoba-coba. Risikonya sangat fatal. Gigi itu enggak ada tulangnya, sedikit saja sudah pasti copot," ujarnya.
Menurut Abah Astari, atraksi budaya Banten perlu tetap ditampilkan dalam momentum kemerdekaan agar tidak hilang.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Keraton Surosowan juga diisi Deklarasi Banten Bersinar dan pemberian penghargaan kepada pasukan pengibar bendera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....