Geger Cilegon, Jejak Akhir Perjuangan Banten

  • 17 Agt 2026 16:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang: Muara Sungai Cisiih di wilayah Banten Selatan disebut menjadi salah satu lokasi penting untuk menelusuri jejak perjuangan masyarakat Banten. Sejarawan Banten Bambang Irawan menyebut kawasan tersebut sebagai lokasi pertempuran akhir dalam rangkaian perjuangan rakyat Banten pada 1888 yang selama ini lebih dikenal dengan istilah Geger Cilegon.

Bambang mengatakan, peristiwa tersebut tidak semata-mata merupakan perjuangan masyarakat Cilegon. Menurutnya, rangkaian perlawanan berlangsung di sejumlah wilayah Banten dan melibatkan strategi yang telah dibahas melalui berbagai pertemuan sebelum penyerangan.

Ia menjelaskan, pembahasan strategi perjuangan berlangsung secara bertahap, mulai dari Tanara, Lempuyang, Terumbu hingga Kaloran di Cilegon. Dalam pertemuan di Kaloran, para pejuang menentukan strategi penyerangan terhadap pusat pemerintahan Karesidenan Banten yang berada di Serang.

"Sebetulnya prosesnya seperti itu. Nah, hanya ketika pada saat penyerangan itu, kenapa Cilegon menjadikan sektor satu didahulukan, karena Cilegon merupakan penunjang ibu kota Karesidenan Banten,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, perjuangan tersebut dilatarbelakangi keinginan masyarakat untuk mengembalikan Karesidenan Banten menjadi kesultanan. Ia menyebut Kesultanan Banten memiliki posisi historis yang berbeda karena dijadikan karesidenan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Bambang mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap lokasi-lokasi bersejarah tersebut. Salah satunya dengan membangun monumen besar di kawasan Muara Sungai Cisiih sehingga dapat menjadi tujuan wisata sejarah bagi masyarakat dari dalam maupun luar negeri.

Ia menilai pengembangan lokasi sejarah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga upaya menghadirkan kembali cerita perjuangan masyarakat Banten secara utuh. Dengan demikian, generasi muda dan wisatawan dapat memahami bahwa rangkaian perlawanan 1888 merupakan bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Banten secara luas, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....