Libatkan Petani, BBWSC3 Kucurkan Rp195 Juta untuk Perbaikan Irigasi Banten

  • 15 Agt 2026 11:52 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Perbaikan jaringan irigasi di sejumlah daerah Banten dikerjakan langsung kelompok petani melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang digulirkan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), dengan anggaran sekitar Rp195 juta untuk setiap lokasi. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian Dedi Yudha Lesmana mengatakan, pelaksanaan P3TGAI dilakukan secara swakelola dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai pelaksana pekerjaan.

“P3TGAI ini kegiatan peningkatan ketersediaan air. Sifatnya swakelola, dilakukan oleh petani dalam kelompok P3A,” kata Dedi kepada RRI Jumat, 14 Agustus 2026.

Kelompok P3A yang menjadi pelaksana harus memiliki badan hukum yang sah untuk dapat berkontrak dengan BBWS C3. Pengajuan program dilakukan secara daring dan selanjutnya diseleksi berdasarkan sejumlah kriteria.

Kelompok yang belum pernah menerima program, masih aktif, serta memenuhi persyaratan kelembagaan menjadi bagian dari kriteria seleksi. Prosesnya dilakukan bersama pemerintah daerah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Pekerjaan disesuaikan dengan kondisi jaringan irigasi di masing-masing wilayah. Bentuknya antara lain peningkatan saluran tanah menjadi pasangan batu dan perbaikan pintu air.

Dedi mengatakan, perbaikan saluran dibutuhkan untuk mengurangi kehilangan air akibat rembesan sehingga pasokan air dapat menjangkau lahan pertanian lebih optimal. “Intinya meningkatkan intensitas tanam, menaikkan hasil produksi sawah padi dengan memperbaiki jaringan-jaringan yang menjadi faktor penentu untuk peningkatan tersebut,” ujarnya.

Tahun ini P3TGAI dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap pertama terdapat sekitar 40 hingga 50 lokasi yang akan dikerjakan di wilayah Banten.

Setiap lokasi mendapat anggaran sekitar Rp195 juta dengan masa pekerjaan sekitar tiga bulan sesuai kontrak. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian menempatkan Tenaga Pendamping Masyarakat atau TPM untuk mendampingi sekaligus membantu pengawasan pekerjaan di lapangan. TPM direkrut dari masyarakat dan bertugas selama kegiatan berlangsung.

Pendampingan juga dikoordinasikan oleh asisten dan Konsultan Manajemen Balai. Pengawasan keseluruhan tetap dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian.

Selain kelompok petani, pelaksanaan P3TGAI turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat melalui perekrutan TPM selama masa pekerjaan. Setelah pekerjaan selesai, jaringan irigasi yang telah direhabilitasi diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola dan dilakukan pemeliharaan selanjutnya.

“Setelah selesai kita serahkan kepada pemerintah daerah asetnya,” kata Dedi.

Pada tahun sebelumnya, P3TGAI dilaksanakan di 194 lokasi yang tersebar di Banten. Kabupaten Serang dan Pandeglang menjadi wilayah dengan jumlah lokasi cukup banyak.

Pandeglang masih menjadi salah satu wilayah sasaran program tahun ini karena merupakan salah satu sentra produksi padi di Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....