Pramuka Dituntut Tetap Relevan di Era Digital, Bukan Sekadar Seremonial
- 13 Agt 2026 09:53 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Gerakan Pramuka dinilai perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan bagi generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital. Nilai Satya dan Darma dinilai tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Kota Serang, Satibi, dalam tulisannya berjudul “Bukan Sekadar Janji: Cara Pramuka Tetap Slay dan Relevan di Era Digital”.
Menurut Satibi, Satya merupakan ikrar yang mengandung nilai kesetiaan, kebenaran dan janji yang harus ditepati. Dalam kehidupan seorang Pramuka, Satya menjadi komitmen moral dan etis kepada Tuhan Yang Maha Esa, negara, sesama manusia dan diri sendiri. “Satya adalah apa yang kita janjikan, dan Darma adalah bagaimana kita membuktikannya,” ucap Satibi saat ditemui RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Satya dan Darma merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jika Satya menjadi komitmen yang diucapkan, maka Darma menjadi perwujudan dari komitmen tersebut melalui tindakan nyata. Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak semestinya hanya menghasilkan anggota yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan integritas yang kuat.
Di tengah perkembangan teknologi, nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting. Ruang digital menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari banjir informasi, kecanduan gawai, penyebaran hoaks, perundungan siber hingga budaya pamer yang dapat memengaruhi pembentukan identitas generasi muda. Satibi menilai Dasa Darma dapat menjadi kontrol diri bagi anggota Pramuka ketika beraktivitas di ruang digital.
“Seorang Pramuka yang memahami Darmanya tidak akan mudah terbawa arus, asal klik, asal bagikan, atau ikut-ikutan menebar kebencian di kolom komentar,” katanya.
Ia mendorong anggota Pramuka untuk mengambil peran positif di dunia digital, antara lain melalui gerakan anti-hoaks, edukasi lingkungan dan kemanusiaan, kampanye sosial, hingga pemanfaatan media sosial untuk merespons berbagai persoalan masyarakat. Selain itu, Pramuka juga dituntut memiliki karakter yang mencakup dimensi spiritual, sosial dan ekologis, kebangsaan dan kepemimpinan, serta kemandirian dan etos kerja. Nilai-nilai tersebut diharapkan membentuk generasi yang toleran, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, cinta tanah air, kreatif serta tidak mudah terjebak budaya konsumtif.
Satibi menyebut integritas menjadi puncak dari seluruh pengamalan nilai tersebut. Prinsip “suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan” dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin. Namun, menurutnya, internalisasi nilai-nilai kepramukaan masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kegiatan yang terlalu formal dan seremonial, budaya instan dan individualistis, toksisitas ruang digital, serta krisis keteladanan dari orang dewasa yang menjadi pembina.
Karena itu, Gerakan Pramuka dinilai perlu melakukan pembaruan program. Metode learning by doing perlu dikemas lebih sesuai dengan kehidupan generasi muda, antara lain melalui proyek sosial berbasis persoalan masyarakat, kewirausahaan muda, pelatihan mitigasi bencana, literasi digital dan produksi konten positif. Pemanfaatan teknologi juga dinilai tidak seharusnya menjadi sesuatu yang dihindari dalam pembinaan Pramuka. Sebaliknya, platform digital dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai kepramukaan kepada generasi muda yang sehari-hari berada di ruang digital.
Satibi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pembina. Pembina Pramuka masa kini dinilai perlu memahami pedagogi modern, psikologi remaja dan isu-isu digital agar mampu berperan sebagai mentor, fasilitator sekaligus inspirator bagi peserta didik. “Tanpa pengamalan Darma, Satya hanyalah slogan tanpa makna,” ujar Satibi.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan kepramukaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya tanda kecakapan yang melekat pada seragam, tetapi dari seberapa konsisten nilai-nilai Pramuka diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....