Lebak Data Potensi Sawah Tadah Hujan
- 09 Agt 2026 09:32 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, saat ini tengah melakukan pendataan terhadap potensi sawah tadah hujan di sejumlah wilayah. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui luasan serta kondisi lahan sawah tadah hujan yang masih dapat dikembangkan untuk mendukung produksi pertanian.
Sawah tadah hujan merupakan lahan pertanian yang sebagian besar mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama pengairan.
Kondisi tersebut membuat produktivitas sawah tadah hujan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air, terutama saat musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Melalui pendataan, Dinas Pertanian Lebak ingin mengetahui lahan mana saja yang memiliki potensi untuk mendapatkan dukungan sistem pengairan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun sistem irigasi perpompaan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.
Selain irigasi perpompaan, pembangunan sumur bor juga menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di lahan sawah tadah hujan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pendataan dilakukan untuk memastikan kondisi dan potensi setiap lahan yang telah diinventarisasi.
"Kalau memang berdasarkan hasil data inventarisasi kita, hasil CPCL kita di suatu lahan itu luas lahannya ada dan memungkinkan untuk dibuat irigasi perpompaan atau sumur bor, dengan melihat peta cekungan air tanahnya, mudah-mudahan bisa dilakukan dan diajukan ke Kementerian," kata Rahmat Yuniar,Sabtu, 8 Agustus 2026.
Hasil pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan lahan yang dapat diusulkan memperoleh bantuan pengairan.Data yang dikumpulkan juga akan melihat kondisi lahan dan kemungkinan ketersediaan sumber air di sekitar area pertanian.
Pemetaan cekungan air tanah menjadi salah satu pertimbangan sebelum pembangunan sumur bor dilakukan. Hal itu diperlukan agar pembangunan sarana pengairan benar-benar berada di lokasi yang memiliki potensi sumber air.
Dengan adanya sistem pengairan, sawah tadah hujan diharapkan tidak hanya bergantung pada curah hujan. Terutama saat musim kemarau, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan produksi pertanian tidak mengalami penurunan.
Sawah tadah hujan sendiri memiliki sejumlah kelebihan dalam mendukung kegiatan pertanian.Salah satunya adalah biaya operasional yang relatif lebih hemat karena petani tidak dibebani iuran jaringan irigasi seperti pada lahan yang menggunakan sistem irigasi.
Selain itu, air hujan juga membawa unsur-unsur alami yang dapat membantu menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.Namun, ketergantungan terhadap curah hujan membuat sawah tadah hujan menghadapi tantangan ketika musim kemarau berlangsung panjang.
Karena itu, pengembangan sumber air alternatif dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan tersebut. Pemerintah daerah berharap hasil pendataan dapat menghasilkan data yang akurat mengenai potensi sawah tadah hujan di Kabupaten Lebak.
Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam mengusulkan pembangunan sarana pengairan kepada pemerintah pusat. Rahmat mengatakan, apabila lahan memenuhi persyaratan dan memiliki potensi sumber air, pihaknya akan berupaya mengusulkan dukungan kepada Kementerian Pertanian.
"Mudah-mudahan lahan yang memang potensial dan memungkinkan untuk mendapatkan pengairan bisa kita ajukan, sehingga dapat membantu petani meningkatkan produktivitasnya," ujar Rahmat.
Optimalisasi sawah tadah hujan diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian Kabupaten Lebak sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan. Keberadaan sawah tadah hujan juga dinilai strategis sebagai salah satu penyangga pangan, setelah lahan pertanian yang telah memiliki jaringan irigasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....