Lebak Bidik Jadi Lumbung Ikan Air Tawar Lewat Budidaya Tematik
- 08 Agt 2026 12:33 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Lebak mempercepat program budidaya ikan tematik di tingkat desa untuk meningkatkan produksi ikan air tawar lokal.
- Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan ikan dari luar daerah dan mewujudkan kemandirian pangan.
- Hasil panen ikan akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan protein hewani dalam Program Makan Bergizi Gratis.
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengebut program budidaya ikan tematik di tingkat desa. Langkah ini diambil untuk menggenjot produksi ikan air tawar lokal yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah.
Selain demi mewujudkan kemandirian pangan, hasil panen ikan ini disiapkan untuk menyokong kebutuhan protein hewani pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana membeberkan, potensi perikanan darat di Lebak sebenarnya sangat besar, namun cara budidayanya masih kaku.
"Komitmen kami meningkatkan produksi ikan untuk memenuhi ketersediaan protein hewani masyarakat, termasuk untuk Program Makan Bergizi Gratis," ujar Winda di Lebak, Jumat 7 Agustus 2026.
"Selama ini kan kita masih sering 'impor' ikan dari luar kabupaten. Nah, lewat program tematik ini kita ingin Lebak bisa mandiri, bahkan jadi lumbung pangan ikan di Banten," katanya.
Dalam program ini, Pemkab Lebak mengenalkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)—sistem budidaya modern yang hemat air namun butuh suplai listrik stabil. Pengelolaannya bakal diserahkan ke BUMDes atau Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) setempat.
Winda tak menampik, migrasi dari pola konvensional ke teknologi RAS bukan tanpa hambatan. "Sebagian besar pembudidaya ikan air tawar di daerah ini masih konvensional. Kendala utamanya ada di kecukupan daya listrik untuk muter sistem RAS. Makanya penguatan kelembagaan pengelola sangat diperlukan agar pelaksanaannya tidak gagal di tengah jalan. Nanti ada pelatihan dari KKP dan pendampingan rutin dari dinas," kata Winda.
Meski tergolong baru, animo desa ternyata cukup tinggi. Sebanyak 60 desa di Lebak sudah mendaftar, walau baru separuhnya yang lolos verifikasi berkas dan teknis. Adapun jenis komoditas yang difokuskan adalah lele dan nila karena perputarannya cepat dan diminati pasar.
"Budidaya tematik ini menggenjot ikan lele yang masa panennya cuma 40 hari dan nila sekitar tiga bulan. Kami yakin sistem ini bisa menghidupkan ekosistem ekonomi desa. Hasilnya jelas, pasarnya ada, dan gizi anak-anak kita lewat program MBG juga terpenuhi," tutur Winda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....