Waspadai Zoonosis dari Hewan Peliharaan

  • 06 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Penyakit zoonosis merupakan ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama bagi pemilik hewan peliharaan dan mereka yang berinteraksi dengan hewan ternak.
  • Penularan penyakit zoonosis dapat terjadi dari hewan ke manusia melalui gigitan, air liur, kotoran, dan lingkungan yang telah terkontaminasi.
  • Menurut Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilegon, penularan tidak hanya bersifat satu arah tetapi juga dapat terjadi sebaliknya dari manusia ke hewan apabila manusia sedang mengidap penyakit tertentu.

RRI.CO.ID, Cilegon - Penyakit zoonosis masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama bagi pemilik hewan peliharaan maupun mereka yang berinteraksi langsung dengan hewan ternak. Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia melalui berbagai media, mulai dari gigitan, air liur, kotoran hingga lingkungan yang telah terkontaminasi.

Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilegon, Rose Morisca Baharuddin mengatakan, zoonosis merupakan penyakit yang awalnya berasal dari hewan, kemudian berpindah ke manusia melalui virus maupun bakteri. Menurutnya, penularan tidak hanya terjadi dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat berlangsung sebaliknya apabila manusia sedang mengidap penyakit tertentu.

"Penyakit zoonosis itu sebenarnya penyakit yang ditularkan oleh hewan. Penyebab penyakit ini berasal dari hewan, kemudian ditularkan melalui virus atau bakteri yang ada pada hewan tersebut," kata Rose dalam program Banten Menyapa bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi ialah pemilik hewan peliharaan seperti kucing, anjing, burung maupun peternak sapi, kambing, dan unggas. Risiko meningkat apabila hewan tidak mendapatkan vaksinasi secara rutin atau kesehatan kandangnya tidak terjaga.

Penularan penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung dengan air liur, gigitan, urin, maupun kotoran hewan. Selain itu, lingkungan yang telah tercemar juga dapat menjadi sumber infeksi. Konsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang juga meningkatkan risiko tertular penyakit tertentu seperti antraks.

Beberapa penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai di antaranya rabies akibat gigitan anjing atau kucing, flu burung dari unggas, leptospirosis akibat paparan urin tikus, hingga antraks dari hewan ternak. Gejalanya pun beragam, mulai dari demam, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, hingga kerusakan organ yang berpotensi mengancam jiwa apabila terlambat ditangani.

Menurut Rose, masyarakat perlu segera membersihkan luka dengan air mengalir apabila mengalami gigitan hewan, kemudian segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya hewan pembawa penyakit.

"Yang pertama pasti menjaga kebersihan lingkungan rumah maupun tempat kerja. Kemudian bagi peternak atau pemilik hewan peliharaan, lakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi pada hewan maupun pemiliknya agar risiko penularan dapat dicegah," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....