Dindikbud Cilegon Memperkuat Pendidikan untuk Pencegahan Perilaku Menyimpang
- 05 Agt 2026 13:07 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon berencana memperkuat pendidikan pencegahan perilaku menyimpang melalui penguatan materi pada sejumlah mata pelajaran. Upaya ini dilakukan sejak jenjang SD hingga SMA sebagai langkah preventif menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi digital.
Dengan demikian, materi yang diberikan tidak dijadikan sebagai mata pelajaran baru. Melainkan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang telah ada, seperti Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau PPKN.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan penguatan materi tersebut akan menjadi bagian dari muatan pembelajaran untuk mendukung program pembentukan karakter peserta didik. Sejak usia dini anak perlu dibekali pemahaman tentang nilai-nilai agama, moral, etika, budaya, dan norma agar mampu membedakan perilaku yang benar dan yang menyimpang.
“Bahaya narkoba sekolah aman bencana sama halnya seperti itu. Jadi kami masukkan ke mata-mata pelajaran yang memang ada keterkaitan misalkan di pelajaran agama kemudian di PPKN akan diselipkan di situ bukan berarti ada mata pelajaran ganti baru,” kata Heni, Rabu 5 Agustus 2026.
| Baca juga: Cilegon Dorong Ruang Publik Ramah Anak |
Heni menjelaskan, berbagai penyimpangan perilaku pada anak maupun remaja dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya kondisi keluarga, lingkungan pergaulan, hingga pengalaman menjadi korban kekerasan. Karena itu, pendidikan pencegahan dinilai harus dilakukan sedini mungkin. “Karena memang kita kan sudah ada acuannya ini muatan-muatan lokal ini akan kami menguatkan program kerja tapi menggunakan sisi SDM. Karena kalau bagaimanapun dari semenjak usia dini lah mereka tahu bahwa perilaku menyimpang itu salah gitu kan Karena ada etika ada moral ada agama,” ujar Heni.
Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan anggapan bahwa perilaku yang bertentangan dengan norma merupakan sesuatu yang biasa.
Oleh sebab itu, sekolah memiliki peran penting untuk menanamkan pemahaman bahwa setiap perilaku harus berlandaskan nilai agama, norma, dan budaya yang berlaku. “Ia kan pencegahan baiknya dari sekarang SD SMP dan SMA itu bagus untuk pencegahan karena sekarang ini tekhnologi digital udah sangat gampang akses disangkanya biasa-biasa saja dianggap normalisasi padahal menurut agama itu salah. Anak-anak kita dari kecil dibekali bahwa perilaku menyimpang itu salah melalui nilai nilai budaya norma dan agama,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....