Stok Pangan Lebak Aman Hadapi Kemarau Panjang
- 04 Agt 2026 06:51 WIB
- Banten
RRI.CO.ID,Lebak - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak, memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah tersebut dalam kondisi aman untuk menghadapi musim kemarau panjang yang tengah berlangsung. Selain stok yang mencukupi, distribusi berbagai kebutuhan pokok ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Lebak juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumber Daya Pangan Disketapang Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, mengatakan pemerintah daerah terus memantau pasokan dan harga bahan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. "Alhamdulillah, hingga saat ini stok pangan di Kabupaten Lebak masih aman dan distribusi bahan pokok ke seluruh pasar tradisional berjalan lancar," kata Tubagus Sonip di Lebak, Senin, 3 Agustus 2026.
Kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Berbagai komoditas pangan yang didistribusikan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, telur, daging sapi, tepung terigu, sayuran, serta kebutuhan pokok lainnya.
Ia menjelaskan, pasokan komoditas tersebut terus mengalir ke sejumlah pasar tradisional sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari. Disketapang juga mencatat adanya penurunan harga pada beberapa jenis beras medium di tingkat pasar.
Beras medium kualitas satu kini dijual Rp13.400 per kilogram, turun dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp13.550 per kilogram. Beras medium jenis JW 2 turun menjadi Rp12.500 per kilogram dari sebelumnya Rp12.700 per kilogram.
Adapun beras medium kualitas tiga juga mengalami penurunan harga menjadi Rp11.900 per kilogram dari sebelumnya Rp12.100 per kilogram. "Penurunan harga beras ini menunjukkan pasokan masih mencukupi sehingga harga relatif stabil bahkan cenderung turun," ujar Sonip.
Ia mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak sepanjang Januari hingga Juni 2026 memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan stok pangan daerah. Berdasarkan data Disketapang, Kabupaten Lebak saat ini mencatat surplus beras mencapai 172.460 ton.
Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga sekitar 13 bulan ke depan. Selain mengandalkan produksi lokal, pemerintah juga didukung oleh stok beras yang tersimpan di Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog tercatat mencapai sekitar 35 ribu ton. "Ketersediaan stok di Bulog menjadi cadangan penting apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Lebak juga memiliki Cadangan Pangan Daerah (CPD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Jumlah CPD yang dimiliki pemerintah daerah mencapai 198,4 ton dan disiapkan sebagai stok darurat.
Menurut Sonip, cadangan pangan tersebut akan digunakan apabila terjadi kerawanan pangan akibat bencana alam, gagal panen maupun lonjakan harga bahan pokok. "Cadangan pangan daerah kami siapkan untuk membantu masyarakat apabila terjadi kondisi darurat yang berdampak pada ketersediaan pangan," ucapnya.
Selain menjaga stok pangan, Disketapang juga terus menyiapkan berbagai langkah pengendalian harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Agustus 2026 di Kecamatan Cimarga.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama musim kemarau panjang berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....