Basarnas Gelar Simulasi Megathrust di Pandeglang
- 31 Jul 2026 06:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar latihan simulasi penanganan darurat bencana gempa bumi megathrust dan tsunami di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis 30 Juni 2026. Deputi Bidang Potensi dan Bina Tenaga Basarnas, Barokna, menjelaskan kegiatan mitigasi ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan dasar dalam menangani situasi darurat sebelum tim penyelamat tiba di lokasi kejadian.
"Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat, sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk menangani kedaruratan pada tingkat awal," ujar Barokna, Kamis 30 Juli 2026.
Simulasi gabungan ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, BMKG, TNI, Polri, hingga para relawan dan masyarakat pesisir. Dalam skenario latihan, warga digerakkan menuju titik evakuasi yang aman, sementara tim gabungan memperagakan proses pencarian, penyelamatan korban, serta koordinasi penanganan darurat secara terpadu.
Barokna menambahkan, Kabupaten Pandeglang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena wilayahnya berada di garis pantai yang berhadapan langsung dengan zona subduksi Selat Sunda, yang memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap bencana gempa megathrust dan tsunami. "Kegiatan ini akan dilakukan di seluruh Indonesia, namun kita semua ketahui Kabupaten Pandeglang banyak memiliki wilayah rawan bencana. Dari mulai gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, hingga orang tenggelam juga banyak di sini," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, turut mengapresiasi langkah strategis tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun konsep ketahanan berbasis komunitas mengingat wilayah Pandeglang memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Banten.
"Bagaimana masyarakat ini berperan aktif dalam hal-hal dari mulai mitigasi, penanganan, sampai kembali kepada pascabencana. Artinya bagaimana masyarakat bisa tangguh, bisa beradaptasi dengan lingkungan yang rawan bencana, dan juga kembali segera pulih dari dampak bencana tersebut," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....