Membangun Harmoni Keluarga Perlu Ikhtiar Bersama

  • 28 Jul 2026 07:56 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Keharmonisan keluarga bukan sesuatu yang lahir dengan sendirinya, tetapi membutuhkan komitmen dan ikhtiar aktif dari setiap anggota keluarga.
  • Keluarga merupakan institusi pertama tempat seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan yang fundamental.
  • Suasana harmonis dapat terwujud melalui tiga pilar utama: komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan kesediaan untuk saling memaafkan.

RRI.CO.ID, Serang – Keharmonisan dalam keluarga tidak lahir begitu saja, melainkan membutuhkan komitmen dan ikhtiar dari setiap anggota keluarga. Pesan itu disampaikan Sekretaris MUI Provinsi Banten sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Prima Graha Serang, Ustaz Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa 28 Juli 2026.

Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, suasana harmonis harus terus diupayakan melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, serta kesediaan untuk saling memaafkan.

Ustaz Deni menjelaskan, konsep keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah bukan sekadar harapan, tetapi sesuatu yang harus dibangun bersama. Ia mengaitkan hal tersebut dengan Surah Ar-Rum ayat 21 yang menunjukkan bahwa manusia memiliki peran aktif dalam mewujudkan keluarga yang tenteram.

"Keluarga sakinah, mawadah, warahmah itu harus dibuat, dibentuk, dan diikhtiarkan oleh kita semua. Ada usaha yang maksimal untuk menciptakan keluarga yang harmonis," ujar Ustaznya.

Ia menilai komunikasi menjadi fondasi utama dalam menjaga hubungan keluarga. Setiap anggota keluarga perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan, berbicara dengan santun, serta menghindari ucapan yang dapat melukai perasaan. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga berawal dari komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

Selain komunikasi, Ustaz Deni mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan karakter, latar belakang, maupun kebiasaan setiap anggota keluarga. Perbedaan tersebut bukan menjadi alasan munculnya konflik, tetapi dapat menjadi kekuatan apabila disikapi dengan saling menghormati.

Masyarakat juga diajak menjadikan keluarga sebagai tempat yang menghadirkan ketenangan dan dukungan bagi setiap anggotanya. Dengan ikhtiar yang terus dilakukan, keluarga diharapkan mampu menjadi sumber kebahagiaan sekaligus benteng dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....