Ikan Pelagis Gerakkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Lebak
- 28 Jul 2026 06:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Masyarakat pesisir Kabupaten Lebak semakin mengandalkan komoditas ikan pelagis besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Potensi perikanan di perairan selatan Banten atau Samudera Hindia tidak hanya menopang aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga mendorong berkembangnya industri pengolahan hasil laut.
Pengembangan usaha pengolahan tersebut mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperluas akses pemasaran hingga ke pasar ekspor.Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan ikan pelagis besar menjadi komoditas utama yang menopang mata pencaharian ribuan nelayan.
Hasil tangkapan juga menggerakkan rantai usaha perikanan mulai dari nelayan hingga industri pengolahan. "Ikan pelagis besar yang melimpah di perairan selatan Banten menjadi komoditas utama yang menopang mata pencaharian ribuan nelayan sekaligus menggerakkan rantai usaha perikanan di Kabupaten Lebak," kata Winda Triana di Lebak, Senin, 27 Juli 2026.
Jenis ikan yang banyak ditangkap nelayan meliputi tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, dan tongkol. Di antara berbagai jenis tersebut, ikan tuna menjadi salah satu komoditas unggulan dengan ukuran yang cukup besar.
Bobot tuna hasil tangkapan nelayan bahkan dapat mencapai sekitar 60 kilogram per ekor. Harga jual tuna bervariasi antara Rp40 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, bergantung pada jenis dan kualitas hasil tangkapan.
Sebagian hasil tangkapan dipasarkan melalui perusahaan yang mengekspor produk perikanan dari Jakarta. Sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan di Kabupaten Lebak.
"Pola pemasaran ini menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas, mulai dari nelayan, pedagang, pelaku usaha pengolahan hingga sektor distribusi," ujarnya. Ia mengatakan aktivitas perikanan juga mendorong tumbuhnya ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis hasil laut.
Berbagai produk olahan dihasilkan, antara lain abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, ikan asin, pindang, otak-otak, dendeng ikan, rendang ikan, hingga aneka camilan berbahan baku ikan. Berkembangnya industri pengolahan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Tempat Pelelangan Ikan (TPI), nilai transaksi hasil pelelangan mencapai sekitar Rp8 miliar setiap bulan. Dalam satu tahun, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp96 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas ikan pelagis besar.
Saat ini terdapat sekitar 3.635 nelayan yang beroperasi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak. Produksi hasil tangkapan nelayan berkisar antara 6.000 hingga 7.500 ton per tahun. Produksi tersebut menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memasok kebutuhan industri pengolahan dan perdagangan hasil perikanan.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap potensi ikan pelagis besar terus dikelola secara berkelanjutan agar mampu menjaga kesejahteraan nelayan, memperkuat industri pengolahan hasil laut, meningkatkan nilai ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Nelayan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Rohman, mengatakan stok ikan pelagis besar di perairan selatan Banten masih memberikan harapan bagi nelayan untuk memperoleh penghasilan yang layak. "Keberadaan ikan pelagis besar di perairan selatan Banten memberikan kepastian usaha bagi kami. Dalam satu kali melaut sekitar sepekan, nelayan bisa memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp1,8 juta setelah dikurangi biaya operasional," kata Rohman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....