Brigade Pangan Lebak Percepat Swasembada Pangan Nasional Bersama Petani

  • 24 Jul 2026 07:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat sektor pertanian dengan melibatkan 14 Brigade Pangan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung Program Swasembada Pangan Nasional. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan seluruh Brigade Pangan yang dibentuk beranggotakan petani milenial atau generasi muda yang siap mengelola usaha pertanian secara modern. Keterlibatan petani muda menjadi modal penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.

"Sebanyak 14 Brigade Pangan telah kami libatkan untuk menggenjot produksi pangan sebagai bagian dari upaya mendukung Program Swasembada Pangan Nasional," kata Rahmat Yuniar di Lebak, Kamis, 23 Juli 2026.

Setiap Brigade Pangan mengelola lahan persawahan seluas 150 hingga 200 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah sentra produksi padi di Kabupaten Lebak. Meski memasuki musim kemarau panjang, para petani tetap melaksanakan gerakan percepatan tanam agar target produksi padi dapat tercapai sesuai rencana.

Rahmat menjelaskan, Brigade Pangan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan lahan yang profesional dan berbasis teknologi. Ia menilai penggunaan teknologi modern mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi para petani.

"Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian modern sehingga produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut bertambah," ujarnya.

Dalam pengelolaan lahan, Brigade Pangan memanfaatkan berbagai alat dan mesin pertanian modern untuk mempercepat proses budidaya. Peralatan tersebut diantaranya pompa air, traktor, hingga rice transplanter yang mampu menanam padi di lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

Sementara saat musim panen, petani menggunakan combine harvester yang dapat memanen, merontokkan padi, sekaligus membantu proses pengolahan lahan. Penggunaan alat pertanian modern memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya produksi.

"Biaya produksi yang sebelumnya mencapai sekitar Rp12 juta per hektare kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per hektare dengan penggunaan alat modern," katanya.

Efisiensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keuntungan petani sekaligus mendorong minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. Selain mengandalkan mekanisasi, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan selama musim kemarau.

Brigade Pangan telah melakukan pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, serta pemanfaatan sumber mata air untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Rahmat memastikan kebutuhan air menjadi perhatian utama agar proses tanam tetap berjalan meski curah hujan menurun. Brigade Pangan juga memiliki akses terhadap benih unggul, pupuk, serta pestisida guna mendukung peningkatan hasil panen.

"Kami berharap Brigade Pangan mampu menghasilkan panen serempak dan menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," ucap Rahmat. Kabupaten Lebak selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Provinsi Banten dengan Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai sekitar 157 ribu hektare setiap tahun.

Dari luas tanam tersebut, produksi padi di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 770 ribu ton gabah setiap tahun. Jika dikonversikan menjadi beras, jumlah tersebut setara sekitar 440 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat setempat.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dan kebutuhan konsumsi beras sekitar 180 ribu ton, Kabupaten Lebak masih mencatat surplus sekitar 260 ribu ton yang berpotensi mendukung pasokan pangan di tingkat regional maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....