BPBD Lebak Siaga Darurat Air Bersih Kemarau Panjang

  • 24 Jul 2026 07:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menetapkan kesiapsiagaan darurat air bersih dengan menyiapkan armada tangki untuk melayani masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus mendistribusikan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permohonan dari masyarakat melalui pemerintah desa. Air bersih yang disalurkan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga.

Sukanta menjelaskan, pendistribusian air bersih berjalan lancar sesuai jadwal yang telah disusun BPBD Kabupaten Lebak. Pada Kamis, 23 Juli 2026, BPBD mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa di Kecamatan Wanasalam. Sebanyak 24 ribu liter air bersih disalurkan kepada 579 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.

Pada Jumat, 24 Juli 2026, distribusi air bersih dijadwalkan berlanjut ke wilayah Kecamatan Cilograng. Sebelumnya, BPBD juga telah menyalurkan sebanyak 81 ribu liter air bersih ke wilayah Kecamatan Leuwidamar, Warunggunung, Sajira, dan Cimarga. Distribusi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, terdapat 90 desa di 23 kecamatan di Kabupaten Lebak yang masuk kategori rawan krisis air bersih. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan apabila terjadi kekeringan berkepanjangan.

Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, BPBD Kabupaten Lebak menyiapkan tiga unit mobil tangki air bersih. Selain armada milik BPBD, penyaluran air juga didukung kendaraan tangki dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak.

BPBD turut menggandeng berbagai pihak, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Polri, serta Pemerintah Provinsi Banten. Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Sukanta mengatakan masyarakat yang mengalami krisis air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa.

Selanjutnya, aparat desa menyampaikan laporan kepada BPBD Kabupaten Lebak melalui layanan WhatsApp agar segera ditindaklanjuti.

"Kami telah menyiapkan armada tangki beserta jadwal distribusi air bersih untuk melayani masyarakat yang terdampak kekeringan. Setiap permohonan yang disampaikan melalui pemerintah desa akan segera kami tindak lanjuti agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi," kata Sukanta di Lebak, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menambahkan, BPBD akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan meningkatkan pelayanan apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah. Sejumlah warga di Kecamatan Wanasalam mengaku bersyukur setelah menerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Lebak.

Mereka mengatakan krisis air bersih telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir akibat sumur-sumur warga mengering selama musim kemarau. BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana serta segera melaporkan kepada pemerintah desa apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....