DP2KBP3A Pandeglang Galakkan Edukasi Anti-Bullying

  • 23 Jul 2026 19:20 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Pandeglang diisi dengan rangkaian edukasi masif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Fokus utama kegiatan tahun ini mengarah pada upaya pencegahan perundungan atau bullying serta pemahaman mendalam terkait hak perlindungan anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Firmansyah, menjelaskan rangkaian acara puncak Hari Anak Nasional kali ini serentak dilakukan berdasarkan pedoman resmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Adapun pada perayaan tahun ini Pemerintah Daerah menekankan akan pentingnya rasa aman di lingkungan pendidikan. "Puncak peringatan Hari Anak Nasional di Pandeglang diisi dengan kegiatan edukasi bagi anak-anak mengenai kenyamanan di sekolah dan pencegahan perundungan. Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang aman tanpa rasa takut terhadap tindakan kekerasan," ujar Firmansyah, Kamis 23 Juli 2026.

Isu kekerasan di satuan pendidikan dan perundungan disebutnya masih menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh seluruh pihak terkait. Melalui edukasi yang tepat, anak-anak diajak untuk mengenali bentuk-bentuk kekerasan serta berani melapor jika mengalami atau melihat tindakan perundungan.

Edukasi ini juga disebutnya menyasar peningkatan kesadaran para guru dan orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di lingkungan sekolah. Pengawasan yang ketat dari pihak pendidik diyakini mampu menekan angka pelanggaran hak anak di berbagai satuan pendidikan.

Menurut Firmansyah kenyamanan anak dalam menimba ilmu di sekolah merupakan prasyarat mutlak dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas menyongsong masa depan. Lingkungan belajar yang bebas dari tekanan psikologis akan memicu kreativitas dan prestasi akademik anak secara maksimal.

Ia menekankan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ajakan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap masa depan generasi bangsa. Kepedulian bersama terhadap perlindungan anak akan mempersempit ruang gerak pelaku kekerasan di lingkungan pendidikan.

"Hari anak ini jadi pengingat kita bersama bahwa masa depan anak kita tercermin dari apa yang kita berikan dan kita contohkan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....