Warga Pandeglang Ramai Cairkan Tabungan Emas untuk Biaya Sekolah
- 24 Jun 2026 12:05 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Menjelang bergulirnya tahun ajaran baru periode 2026/2027, gelombang aktivitas warga di Kabupaten Pandeglang terpantau memadati sejumlah toko perhiasan. Alih-alih membeli emas, mayoritas masyarakat justru berbondong-bondong menjual aset emas milik mereka demi mendapatkan dana segar guna menopang biaya pendidikan anak-anak yang akan masuk sekolah.
Salah seorang warga, Pipi mengatakan tingginya harga kebutuhan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, hingga buku tulis menjadi pemantik utama baginya untuk terpaksa melepas simpanan emas. Baginya, perhiasan emas sejauh ini memang masih menjadi instrumen tabungan konvensional paling aman yang dapat dicairkan seketika saat menghadapi situasi mendesak.
"Sekarang kan apa-apa mahal, jadi ya terpaksa jual emas buat beli perlengkapan sekolah anak yang mau masuk SMP," ujar salah seorang warga Kecamatan Karangtanjung, Pipi, Rabu 24 Juni 2026.
Kondisi serupa dialami oleh Rida, warga Kecamatan Banjar, yang harus merelakan perhiasan emas seberat 3 gram miliknya untuk keperluan sang buah hati yang akan menginjak bangku Sekolah Dasar (SD). Fenomena tahunan ini diakui warga sebagai rutinitas musiman yang tidak dapat dihindari demi menjamin kelangsungan edukasi anak-anak mereka.
Salah seorang pedagang emas di Pasar Badak Pandeglang, Ahmud Machdomi mengonfirmasi adanya lonjakan transaksi penjualan dari konsumen yang naik signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Grafik masyarakat yang melepas aset dinilainya mengalami eskalasi yang cukup tajam jika dibandingkan dengan pergerakan transaksi pada hari-hari biasa.
"Sudah sepekan terakhir warga ramai yang jual emas, peningkatannya bisa sampai 40 persen dibanding hari biasa," ujar Ahmud.
Kendati arus penjualan mendominasi, Ahmud mengatakan daya beli masyarakat untuk investasi baru tidak sepenuhnya padam akibat adanya fluktuasi harga yang sedang menurun. Ia menyebut saat ini, harga emas di pasaran dibanderol pada angka Rp2.250.000 per gram untuk transaksi penjualan, sehingga momentum tersebut turut dimanfaatkan oleh sebagian warga lainnya untuk melakukan aksi beli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....