Gandeng Yayasan Bhakti Bela Negara, Banten Target Tanam 50 Ribu Hektare Padi Unggul

  • 23 Jun 2026 08:04 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten serius untuk mengejar target menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Bhakti Bela Negara, Banten membidik perluasan lahan pertanian hingga 50 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan dengan mengandalkan varietas padi super.

Rencana besar ini dibahas saat Gubernur Banten, Andra Soni, saat menerima kunjungan jajaran yayasan di Gedung Negara, Kota Serang, Senin, 22 Juli 2026. Andra menilai, ambisi ini didukung oleh tren positif sektor pertanian Banten saat ini, salah satunya terlihat dari naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) per Mei 2026.

"NTP kita terus tumbuh, NTP Banten Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kemudian juga pertumbuhan sektor pertanian itu tumbuh positif, saya berharap mudah-mudahan ini terus konsisten," ujar Andra Soni.

Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie menyatakan, siap mengawal Banten jadi pusat pangan lewat budidaya padi unggul varietas PS-08. Tak cuma memperluas lahan garapan, pihaknya juga berencana membangun pusat penggilingan padi modern di Banten agar hasil panen petani lokal punya nilai jual yang lebih tinggi saat masuk pasar.

Proyek ini sendiri bukan lagi sebatas rencana di atas kertas. Pada Februari 2026 lalu, mereka sudah memanen padi PS-08 di lahan seluas 753 hektare. Target terdekat, hamparan sawah seluas 1.500 hektare di Pandeglang dan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, bakal menggelar panen raya pada Agustus mendatang.

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M Nasir menyebut, varietas PS-08 ini memang diandalkan untuk mendongkrak kantong para petani. Selain hasil panennya melimpah hingga hampir 10 ton per hektare, padi berbasis organik ini juga terbukti tangguh melawan serangan hama di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....