Dibobol Maling, Fasilitas Belajar Siswa SMK Azzahra Nusantara Pandeglang Hilang

  • 23 Jun 2026 07:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kasus pembobolan aset melanda institusi pendidikan SMK Azzahra Nusantara di Desa Pasir Awi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang hingga mengakibatkan hilangnya sejumlah fasilitas penunjang praktikum siswa. Aksi kriminal yang diperkirakan berlangsung pada waktu Minggu dini hari tersebut menyasar area kantor administrasi serta ruang laboratorium komputer sekolah.

Kepala Sekolah SMK Azzahra Nusantara, Haerussalam, mengonfirmasi insiden pencurian ini pertama kali disadari oleh petugas kebersihan saat hendak merapikan ruangan di pagi hari. Saksi mata mendapati kondisi daun pintu utama kantor sudah renggang dan terdapat bekas cungkilan alat tajam pada bagian slot kunci.

"Pertama diketahui pagi hari ketika petugas kebersihan melihat pintu itu sudah renggang, ada bekas ngedongkel dan TV di ruang tamu sudah tidak ada. Ketika masuk ke sana itu arsip segala macam sudah acak-acakan termasuk infocus tidak ada, CPU komputer hilang 11 unit," kata Haerussalam, Senin 22 Juni 2026.

Pelaku kriminal diduga kuat masuk ke dalam lingkungan gedung dengan cara menjebol paksa tralis besi bagian jendela ruang kantor. Setelah berhasil melompat masuk, komplotan pencuri mengacak-acak isi lemari arsip tata usaha serta menggasak habis sebelas unit CPU komputer.

Haeru menyebut beberapa fasilitas lain yang ikut raib digondol meliputi satu unit televisi ruang tamu, dua perangkat proyektor, laptop, hingga bentangan kabel jaringan. Manajemen sekolah mengalkulasi total kerugian materiil akibat hilangnya aset vital tersebut menembus angka 37 juta rupiah.

Pihak sekolah bergerak cepat melaporkan tragedi kriminalitas ini kepada kepolisian sektor setempat guna proses penyelidikan lebih lanjut. Manajemen institusi berharap aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku pembobolan yang telah merusak ekosistem dunia pendidikan tersebut.

"Kerugian sekitar 37 jutaan, kita sudah langsung lapor ke polisi dan insya Allah katanya langsung ditindaklanjuti. Perkiraan kejadian itu Minggu jam 1 sampai subuh, soalnya ketika jam 11.30 malam petugas kebersihan mengontrol ke sini memang belum terjadi apa-apa," katanya.

Insiden pembobolan ini dipastikan mengganggu stabilitas program kegiatan belajar mengajar, khususnya bagi enam puluh lebih siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Pengelola sekolah kini dipaksa memutar otak mencari solusi alternatif pembelajaran praktik sebelum masa libur sekolah berakhir pada 13 Juli mendatang.

Pihak sekolah mendesak adanya perhatian serta bantuan stimulus sarana prasarana dari pemerintah daerah maupun pusat demi pengadaan kembali komputer yang hilang. Fasilitasi perangkat pengganti dinilai sangat krusial mengingat sistem pembelajaran kompetensi keahlian digital tidak akan efektif jika hanya mengandalkan materi teori semata.

"Proses pembelajaran spontanitas terganggu karena CPU itu media belajar anak-anak jurusan RPL, kalau hanya belajar teori saja tidak efektif. Saya mohon kepada pelaku, ini lembaga institusi pendidikan, dengan cara begini sama saja memutus proses generasi bangsa yang akan datang," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....