Brigade Pangan Lebak Optimalkan Pertanian Berbasis Teknologi

  • 20 Jun 2026 14:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Program Brigade Pangan di Kabupaten Lebak, terus menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. Program yang melibatkan petani milenial tersebut mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.

Kehadiran Brigade Pangan dinilai mampu mendorong efisiensi produksi serta meningkatkan pendapatan petani di daerah. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengatakan program tersebut kini telah berjalan di 14 kecamatan.

Seluruh anggota Brigade Pangan merupakan generasi muda yang memiliki semangat untuk mengembangkan sektor pertanian secara modern. Mereka mengelola lahan pertanian pangan, khususnya tanaman padi, dengan pendekatan yang lebih efektif dan produktif.

“Brigade Pangan sudah berjalan di 14 kecamatan dan semua anggotanya petani milenial atau generasi muda,” kata Dodi Hermawan di Lebak, Jumat, 20 Juni 2026.

Setiap kelompok Brigade Pangan mengelola areal persawahan seluas 150 hingga 200 hektare. Lahan yang dikelola tersebut merupakan milik masyarakat yang bekerja sama dengan para petani milenial.

Dalam sistem tersebut, pemilik lahan tetap memperoleh bagian keuntungan dari hasil panen yang dihasilkan. Pengelolaan pertanian dilakukan menggunakan berbagai alat dan mesin pertanian modern yang membantu mempercepat seluruh tahapan budidaya.

Peralatan yang digunakan antara lain pompa air, traktor, rice transplanter, hingga combine harvester. Rice transplanter memungkinkan proses tanam padi menjadi lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

“Dengan rice transplanter, penanaman padi di lahan satu hektare dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 20 menit,” ujar Dodi.

Selain digunakan saat panen, combine harvester juga berfungsi sebagai alat perontok padi yang mampu meningkatkan efisiensi kerja petani. Penggunaan teknologi tersebut terbukti mampu menekan biaya produksi secara signifikan.

Jika sebelumnya biaya produksi padi mencapai sekitar Rp12 juta per hektare, kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per hektare. Petani milenial yang tergabung dalam Brigade Pangan juga memperoleh dukungan berupa bantuan pupuk pada awal musim tanam.

Bantuan tersebut memungkinkan percepatan penanaman setelah musim panen berakhir sehingga indeks pertanaman dapat meningkat. “Saya kira Program Brigade Pangan itu sangat berdampak terhadap peningkatan produksi pangan dan ekonomi masyarakat,” kata Dodi.

Peningkatan produksi pangan di Kabupaten Lebak terlihat dari capaian panen yang terus meningkat sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pertanian, produksi gabah petani pada periode Januari hingga pertengahan Juni 2026 telah mencapai 473.697 ton.

Produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memasok sejumlah wilayah lain seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, dan Cilegon. Jumlah produksi gabah tersebut jika dikonversikan menjadi beras menghasilkan pasokan pangan dalam jumlah besar yang mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita mengapresiasi Program Brigade Pangan karena dapat mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Program Brigade Pangan Kecamatan Bojongmanik, Irwan, mengatakan kelompok yang dipimpinnya mengelola lahan sawah seluas sekitar 200 hektare. Pengelolaan lahan tersebut didukung oleh bantuan alat dan mesin pertanian modern dari Kementerian Pertanian.

Produktivitas lahan pada tahun 2025 berkisar antara 4 hingga 5 ton gabah per hektare. Namun pada musim tanam tahun ini, pihaknya optimistis hasil panen akan meningkat berkat penggunaan teknologi modern dan pengelolaan yang lebih baik.

“Kami mengelola usaha pertanian dengan melibatkan 15 orang petani usia muda, bahkan lima orang di antaranya menyandang gelar sarjana,” kata Irwan sersya menegaskan keterlibatan generasi muda menjadi modal penting dalam mendorong transformasi pertanian yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....