Minim PJU, Jalur Wisata Pantai Pandeglang Dikeluhkan Warga
- 16 Jun 2026 06:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Minimnya ketersediaan sarana Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas Jalan Mandalawangi–Caringin, Kabupaten Pandeglang dikeluhkan oleh masyarakat setempat dan kalangan wisatawan. Jalur yang posisinya menjadi akses konektivitas utama menuju sejumlah destinasi wisata pantai di wilayah selatan Pandeglang tersebut dilaporkan gelap gulita saat malam hari.
Kondisi ini dinilai memicu kerawanan sosiologis karena mempertinggi risiko kecelakaan lalu lintas serta potensi tindak kriminalitas akibat keterbatasan jarak pandang. Salah seorang warga lokal, Aden mengatakan sejumlah titik krusial di koridor jalan provinsi tersebut nyaris tidak memiliki pasokan cahaya lampu jalanan sama sekali.
Para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, terpaksa hanya mengandalkan kekuatan sorot lampu kendaraan mandiri saat bermanuver di medan yang penuh tikungan tajam dan tanjakan curam. Padahal menurutnya volume arus kendaraan yang melintasi kawasan ini tercatat tetap padat hingga larut malam, terutama pada momentum akhir pekan dan musim liburan.
"Jalan ini belum pernah dipasang PJU. Kalau malam gelap sekali, pengendara harus ekstra hati-hati karena ada tikungan dan jurang di beberapa titik," ujar Aden, Senin 15 Juni 2026.
| Baca juga: Seribu Petugas Siap Sisir Ekonomi Pandeglang |
Masyarakat menilai pengendara yang belum familiar dengan bentang alam kedaerahan sangat rentan terperosok ke dalam drainase atau pembatas jurang di sisi jalan. Fluktuasi kerawanan ini diharapkan dapat segera diantisipasi oleh dinas teknis terkait melalui skema pengadaan jaringan listrik jalan umum yang representatif.
Keluhan senada juga diutarakan oleh para pelancong luar daerah, Sandi yang sering memanfaatkan jalur tersebut sebagai perlintasan pulang sehabis menghabiskan waktu berlibur di pantai selatan. Terbatasnya ruang pandang memaksanya menurunkan laju kecepatan kendaraan secara drastis guna menghindari benturan fisik dengan pengguna jalan lain dari arah berlawanan.
"Pandangan sangat terbatas karena gelap, padahal tikungannya banyak. Ini kan jalan ke objek wisata, jadi kadang banyak yang lewat malam pas pulangnya, kasihan pengendara kalau kondisinya seperti ini," kata Sandi.
Ia berharap secepatnya ada respons dari pemerintah provinsi dan kabupaten guna membenahi manajemen fasilitas keselamatan di jalur strategis nasional tersebut. Langkah perbaikan prasarana publik ini diyakininya tidak hanya menekan angka kecelakaan fatal, tetapi juga sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi malam hari di sekitar jalur wisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....