Pemkab Lebak Maksimalkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi Daerah

  • 12 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus memaksimalkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi di wilayah tersebut. Program tersebut digelar di berbagai kecamatan dengan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah, Perum Bulog, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga sektor swasta.

Kepala Bidang Distribusi dan Sumber Daya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, di Rangkasbitung mengatakan GPM menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Menurut dia, kegiatan GPM telah dilaksanakan di Kecamatan Cimarga setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Wanasalam dan Maja.

Pelaksanaan program tersebut akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak. "Kami memaksimalkan Gerakan Pangan Murah di 28 kecamatan agar masyarakat terpenuhi ketersediaan pangan dengan harga murah," kata Tubagus Sonip, Kamis, 11 Juni 2026.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah itu diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga sejumlah bahan pangan.

Selain menggelar GPM, pemerintah daerah juga mempercepat penyaluran bantuan pangan yang bersumber dari Badan Pangan Nasional. Program bantuan tersebut saat ini masih berlangsung di sejumlah kecamatan untuk alokasi Februari hingga Maret 2026. Tubagus Sonip mengatakan bantuan pangan diberikan kepada 183.753 warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat. "Kami berharap penyaluran program bantuan pangan yang dilakukan Bulog segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh penerima," ujarnya.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Di sisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak turut menjalankan program pasar murah bersubsidi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi di daerah.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Yani , mengatakan pasar murah digelar di sejumlah titik. "Kami melakukan pasar murah dengan melibatkan pengusaha bahan pokok di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak agar harga tetap terkendali," kata Yani.

Melalui pasar murah, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Program tersebut juga menjadi sarana untuk menjaga pasokan bahan pangan tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Pelaksanatugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Lebak, Widy Ferdian , menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengendalian inflasi. Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, pasar murah, dan operasi pasar sebagai instrumen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

"Kami mengoptimalkan berbagai program stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan," ujar Widy Ferdian. Ia mengapresiasi kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Lebak yang relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Hingga kini belum terjadi kenaikan harga yang signifikan pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Diharapkan, berbagai langkah yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menjaga ketersediaan pangan, menekan laju inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah daerah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....