Hari Lingkungan Hidup, Ratusan Sekolah Adiwiyata Tangerang Sedekahkan Sampah

  • 08 Jun 2026 09:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengintegrasikan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan aksi reduksi sampah melalui pemanfaatan ruang publik Car Free Day (CFD) di Tugu Adipura pada Minggu, 7 Juni 2025. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggerakkan ratusan sekolah peraih predikat Adiwiyata untuk melakukan pemilahan dan penyetoran sampah anorganik secara massal.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi menuturkan, skema pengelolaan sampah berbasis komunitas sekolah ini diselenggarakan secara serentak di 13 wilayah kecamatan. Otoritas lingkungan memanfaatkan agenda CFD tidak sekadar untuk memantau emisi gas buang dan kualitas udara, melainkan sebagai pusat penimbangan tonase sampah terpilah.

Gerakan ini diklaimnya menjadi stimulus edukasi dini bagi ekosistem pendidikan agar pembiasaan pemilahan sampah organik dan anorganik dapat berjalan konsisten sejak dari lingkup rumah tangga.

"Selain kegiatan CFD rutin untuk menguji emisi dan memantau kondisi udara, hari ini spesial karena menjadi rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kami melakukan penimbangan hasil pengumpulan bank sampah dari sekolah-sekolah Adiwiyata," ujar Wawan, Minggu 7 Juni 2026.

DLH mencatat, sekitar 500 sekolah Adiwiyata terlibat aktif menyetorkan hasil pilahan sampah berupa material plastik hingga kardus ke lokasi penimbangan. Sebagai bentuk apresiasi, pihak dinas memberikan stimulan berupa bibit tanaman produktif seperti tomat, terong, dan cabai kepada pihak sekolah maupun warga yang berpartisipasi.

Wawan menyebut, pemilahan sampah di tingkat tapak ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam menekan laju akumulasi volume limbah di TPA yang kondisinya kian kritis. Penegakan disiplin pemilahan dari hulu dinilai menjadi instrumen paling efektif dalam mengendalikan pencemaran lingkungan kota.

"Tujuannya untuk mengedukasi dari tingkat rumah tangga dan sekolah agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan. Ini sangat penting untuk mengurangi beban TPA kita yang kondisinya sudah hampir penuh," kata Wawan.

Program ini mendapat respons positif, salah satunya dari seorang guru dari SMP Negeri 21 Kota Tangerang, Yuyun Heriana. Dia mengungkapkan, implementasi sedekah sampah ini selaras dengan kurikulum pelestarian lingkungan yang telah diajarkan kepada para siswa di dalam kelas.

Adanya ruang penampungan formal di momentum CFD dinilai mampu meningkatkan motivasi jemaah didik untuk lebih bertanggung jawab terhadap limbah kemasan yang mereka konsumsi sehari-hari.

"Kami dari pihak sekolah sangat antusias mendukung acara ini karena ada program sedekah sampah. Di sekolah, anak-anak sudah diajarkan memilah antara sampah organik dan anorganik," ucap Yuyun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....