Petani Lebak Diminta Optimalkan Penggunaan Pompa Air

  • 31 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak meminta para petani untuk mengoptimalkan penggunaan mesin pompa air bantuan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian selama musim kemarau berlangsung.

Optimalisasi penggunaan pompa air juga menjadi bagian dari upaya mendukung program percepatan tanam padi di Kabupaten Lebak.

Dinas Pertanian menilai keberadaan pompa air sangat penting untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air akibat minimnya curah hujan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar di Rangkasbitung mengatakan, pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani harus dimanfaatkan secara maksimal. Bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian yang bertujuan menjaga produktivitas sektor pertanian.

"Para petani kami minta mengoptimalkan penggunaan mesin pompa air yang telah diberikan pemerintah agar kebutuhan air untuk tanaman padi tetap terpenuhi selama musim kemarau," kata Rahmat Yuniar di Rangkasbitung , Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan, percepatan tanam padi merupakan salah satu program yang saat ini terus didorong oleh pemerintah daerah. Karena itu, berbagai sarana dan prasarana pertanian harus digunakan secara optimal untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Selain pompa air, para petani juga mendapatkan dukungan berupa alat dan mesin pertanian atau alsintan. Bantuan alsintan tersebut meliputi traktor dan mesin bajak sawah yang dapat membantu mempercepat pengolahan lahan.

Dengan penggunaan alsintan, proses persiapan lahan hingga penanaman padi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Pmerintah terus berupaya memastikan kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik.

"Kami juga mendukung percepatan tanam melalui pemanfaatan alsintan seperti traktor dan mesin bajak sawah agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat," ujarnya.

Selain dukungan sarana pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak juga mengerahkan petugas penyuluh pertanian lapangan. Para penyuluh bertugas memberikan pendampingan dan bantuan teknis kepada petani di berbagai wilayah.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai kendala yang muncul di lapangan. Dinas Pertanian juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi aktivitas pertanian.

Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG dilakukan secara rutin. Informasi cuaca menjadi salah satu acuan dalam menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan petani.

Rahmat menuturkan, hingga saat ini hujan masih turun di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak meskipun intensitasnya tidak terlalu tinggi. Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi para petani karena dapat membantu menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.

"Masih adanya hujan yang turun meskipun intensitasnya tidak tinggi merupakan karunia bagi para petani karena dapat membantu kebutuhan air tanaman padi," ujar Rahmat.

Ia berharap optimalisasi penggunaan pompa air, pemanfaatan alsintan, serta dukungan cuaca yang masih cukup baik dapat mempercepat proses tanam padi. Dengan demikian, produktivitas pertanian tetap terjaga dan target mempertahankan swasembada pangan di Kabupaten Lebak dapat terus diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....