KUA Rangkasbitung Gelar Bimbingan Perkawinan Pranikah Angkatan Keempat
- 28 Mei 2026 12:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah bagi Calon Pengantin Angkatan Ke-IV Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung Kamis, 28 Mei 2026 itu diikuti oleh 20 pasang calon pengantin yang berasal dari wilayah Kecamatan Rangkasbitung.
Pelaksanaan bimwin digelar sebagai upaya memberikan pembekalan kepada para calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Acara berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir sejak pagi hari.
Kepala KUA Rangkasbitung, Aminin Nurdin, mengatakan, kegiatan bimwin memiliki tujuan penting dalam membentuk kesiapan pasangan calon pengantin. Menurutnya, pembekalan pranikah menjadi langkah awal untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas.
“Melalui bimwin ini, kita memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang mendalam,” ujar Aminin Nurdin.
Ia menambahkan, para calon pengantin diharapkan mampu memahami hak dan kewajiban dalam kehidupan rumah tangga. “Harapannya, para catin benar-benar siap menjalankan rumah tangga yang harmonis serta mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” katanya.
Kegiatan Bimwin Pranikah Angkatan Ke-IV di KUA Rangkasbitung diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para calon pengantin. Selain meningkatkan kesiapan mental dan spiritual, bimwin juga menjadi sarana edukasi kesehatan keluarga bagi masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut, para calon pengantin diharapkan dapat membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, dan penuh tanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, KUA Rangkasbitung menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai instansi. Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Ade Muslih. Ia memaparkan tentang pentingnya membangun fondasi keluarga sakinah sejak awal pernikahan.
Ade Muslih menjelaskan, komunikasi, kesabaran, dan tanggung jawab menjadi kunci utama dalam membina rumah tangga. “Rumah tangga yang kuat dibangun dari niat baik, komunikasi yang sehat, dan pemahaman agama yang benar,” kata Ade Muslih. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Penghulu KUA Rangkasbitung, Riki Mulyana.
Riki menjelaskan tata cara prosesi akad nikah yang baik, khidmat, dan sesuai ketentuan syariat maupun administrasi negara. Ia juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapan mental sebelum melangsungkan akad nikah. “Akad nikah bukan hanya seremonial, tetapi merupakan ikatan suci yang harus dipahami maknanya oleh kedua mempelai,” ujar Riki Mulyana.
Sesi bimningan juga diisi oleh tim dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Lea bersama Nisa. Mereka memberikan pemahaman terkait kesehatan calon pengantin dan perencanaan keluarga. Materi tersebut mendapat perhatian serius dari peserta karena berkaitan langsung dengan kehidupan setelah menikah.
Menurut Lea, kesiapan kesehatan pasangan menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. “Kesehatan calon pengantin harus dipersiapkan sejak awal untuk mencegah berbagai risiko kesehatan pada ibu maupun anak,” ucapnya.
Rangkaian materi ditutup oleh Yunia Fitri dari Puskesmas Rangkasbitung. Ia menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi atau kespro bagi calon pengantin. Yunia Fitri menjelaskan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Pemahaman kesehatan reproduksi sangat penting agar pasangan mampu merencanakan kehidupan keluarga yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Pelaksanaan Bimwin Angkatan Ke-IV tersebut mendapat apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Iwan Falahudin, mengaku bangga atas konsistensi KUA Rangkasbitung dalam melaksanakan pembinaan bagi calon pengantin.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan tantangan kehidupan rumah tangga di era modern saat ini. “Pembekalan pranikah sangat krusial untuk menekan angka perselisihan keluarga dan perceraian di daerah,” ujar Iwan.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh saat menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. “Bekal yang diberikan dalam bimwin ini harus menjadi pedoman nyata dalam membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab,” katanya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Lebak, Sudirman menilai sinergi antara KUA, BKKBN, dan Puskesmas menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas keluarga di masyarakat. Menurut Sudirman, materi kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting sejak dini.
“Kolaborasi lintas instansi ini sangat baik demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas,” kata Sudirman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....