Produksi Beras Lebak pada Awal Tahun Melimpah
- 26 Mei 2026 06:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, sepanjang Januari hingga April 2026 menembus angka 157.748 ton.
Capaian tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga petani di daerah itu.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan di Rangkasbitung, Senin, 25 Mei 2026 mengatakan, persediaan beras di Kabupaten Lebak saat ini dalam kondisi melimpah. Menurutnya, tingginya produksi tersebut berasal dari hasil panen petani di sejumlah wilayah sentra pertanian.
“Produksi pangan hingga April 2026 mencapai 157.748 ton dan kondisi ini sangat baik untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat,” kata Dodi Hermawan di Rangkasbitung, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, produksi beras pada Januari tercatat sebanyak 47.140 ton. Pada Februari mencapai 43.848 ton. Kemudian pada Maret produksi beras mencapai 31.020 ton.
Sedangkan April menghasilkan sebanyak 35.032 ton beras. Pemerintah daerah terus mendorong para petani untuk mengoptimalkan gerakan percepatan tanam.
Langkah tersebut dilakukan guna mendukung program swasembada pangan nasional. Percepatan tanam juga diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi menjelang musim kemarau.
| Baca juga: Krisis Air Mulai Melanda Warunggunung Lebak |
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak menargetkan percepatan tanam pada Mei 2026 seluas 17 ribu hektare. Target tersebut dinilai realistis karena curah hujan di wilayah Lebak masih relatif tinggi.
“Kami minta petani dapat melebihi target tanam 17.000 hektare, karena curah hujan relatif tinggi,” ujar Dodi.
Ia mengatakan kondisi cuaca saat ini menjadi peluang bagi petani untuk memperluas areal tanam padi. Dengan optimalisasi musim hujan, diharapkan hasil produksi pangan kembali meningkat pada masa panen berikutnya.
Koordinator Petugas Penyuluh Lapang (PPL) Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Dike, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh gabungan kelompok tani untuk mempercepat masa tanam. Menurutnya, percepatan tanam penting dilakukan guna mengantisipasi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada Juni mendatang.
Saat ini, curah hujan masih cukup tinggi karena memasuki musim peralihan cuaca. “Kita berharap musim hujan ini dapat dimanfaatkan dengan percepatan tanam guna menghindari musim kemarau,” katanya.
Para penyuluh pertanian juga terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani di wilayah masing-masing. Pendampingan dilakukan mulai dari pengolahan lahan hingga penggunaan benih unggul.
Di sisi lain, para petani menyambut baik dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian. Petani asal Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Surip mengaku dirinya bersama petani lain telah menanam padi seluas sekitar 50 hektare.
Menurut Misbah, sebagian besar petani menggunakan varietas Inpari 32 dan Situ Bagendit yang dinilai tahan terhadap kekeringan. “Kami melakukan penanaman itu setelah menerima bantuan benih dari pemerintah daerah setempat,” kata Misbah.
Ia berharap bantuan pemerintah terus berlanjut agar produksi pertanian di Kabupaten Lebak semakin meningkat. Dengan produksi beras yang melimpah, Kabupaten Lebak diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....