Strategi Pembangunan Daerah, Perkuat Branding Wisata Kabupaten Lebak
- 24 Mei 2026 06:47 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Wakil Bupati Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, menghadiri pelatihan intensif mengenai strategi pembangunan daerah di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas atau GIK UGM, Yogyakarta, Jumat-Sabtu, 22-23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kabupaten Lebak sebagai destinasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Pelatihan itu membahas strategi taktis dalam menarik wisatawan, menjaring sumber daya manusia unggul, serta mendatangkan investasi asing maupun domestik melalui penguatan region branding. Acara berlangsung di kawasan inovasi terpadu GIK UGM yang dikenal sebagai pusat pengembangan kreativitas, kolaborasi, dan inovasi di Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, diantaranya mantan Menteri PANRB periode 2022-2024 , Abdullah Azwar Anas, Founder MBloc ,Handoko Hendyono, serta para praktisi marketing dan branding nasional. Materi yang diberikan menitikberatkan pada pentingnya identitas daerah dalam membangun daya saing global.
Peserta juga mendapatkan pembekalan tentang strategi komunikasi publik dan promosi daerah berbasis potensi lokal. Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki potensi besar yang harus dikembangkan secara optimal.
Menurutnya, penguatan region branding bukan lagi sekadar pelengkap administrasi pemerintahan. Ia menilai branding daerah merupakan strategi inti dalam pembangunan yang berkelanjutan.
“Lebak memiliki jiwa dan DNA yang kuat yaitu suku adat Baduy dan Multatuli.
Ini harus dikemas dengan bahasa yang bagus sehingga menjadi magnet untuk turis, talenta, dan investor datang ke Kabupaten Lebak,” ujar Amir Hamzah.
Amir menegaskan kekayaan budaya dan sejarah Kabupaten Lebak merupakan aset penting yang tidak dimiliki banyak daerah lain.
Keberadaan masyarakat adat Baduy, kata dia, menjadi simbol kearifan lokal yang mampu menarik perhatian dunia.
Sosok Multatuli dinilai memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan literasi dan kemanusiaan. Menurut Amir, kedua identitas tersebut perlu dipadukan dalam narasi pembangunan modern yang menarik dan relevan.
Ia menyebut daerah yang berhasil membangun citra positif akan lebih mudah menarik investasi dan meningkatkan kunjungan wisata. Branding yang kuat juga dapat membuka peluang lahirnya ekonomi kreatif baru di daerah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan daerah yang berdaya saing.
Amir Hamzah menambahkan Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus mendorong inovasi dalam promosi potensi daerah.
Ia berharap berbagai potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif di Lebak dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat nasional maupun internasional.
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi kami untuk memperkuat identitas daerah agar lebih dikenal luas dan memiliki daya tarik yang kuat di mata dunia,” kata Amir Hamzah.
Menurutnya, pembangunan daerah saat ini tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik semata. Daerah juga harus mampu membangun citra positif dan kepercayaan publik melalui strategi komunikasi yang tepat.
Dengan mengikuti pelatihan tersebut, kata Amir, pihaknya optimis Lebak mampu menghadirkan konsep pembangunan yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....