Pedagang Pasar Semi Rangkasbitung Pilih Berjualan Diluar

  • 24 Mei 2026 06:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kesan semerawut dan kotor terlihat di Pasar Semi Rangkasbitung yang kini merupakan kawasan pasar tradisional . Pasar yang belum genap satu tahun beroperasi itu kini dipenuhi pedagang yang berjualan hingga ke pinggir jalan.

Padahal pemerintah telah menyediakan lebih dari 200 lapak bagi para pedagang yang direlokasi ke Pasar Semi. Para pedagang tersebut sebelumnya merupakan pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Tirtayasa, dan RT Hadiwinangun.

Relokasi dilakukan pemerintah guna menata kawasan pasar agar lebih tertib dan nyaman. Namun kenyataannya, sebagian besar lapak di dalam pasar justru tampak kosong.

Banyak pedagang memilih berjualan di luar area pasar dibanding menempati lapak yang telah disediakan. Bahkan sejumlah pedagang memadati akses jalan masuk hingga bahu jalan di sekitar pasar.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di depan pasar menjadi macet dan semrawut. Aktivitas jual beli yang berlangsung di badan jalan juga membuat akses menuju dalam pasar terganggu.

Salah seorang pedagang sayur, Ucup, mengaku sengaja memilih berjualan di luar pasar. Menurutnya, pembeli lebih banyak berbelanja di luar dibandingkan masuk ke dalam lapak pasar.

“Kalau jualan di luar lebih banyak pembeli. Kalau di dalam pasar sepi, jadi saya memilih keluar lapak,” ujar Ucup, Sabtu,23 Mei 2026.

Hal serupa disampaikan pedagang sayur lainnya, Oman . Oman mengaku terpaksa meninggalkan lapak karena ukuran meja yang disediakan pemerintah terlalu kecil.

“Mejanya kurang lebar, dagangan saya tidak muat kalau tetap di dalam pasar,” kata Oman.

Meski banyak pedagang keluar pasar, sebagian lainnya masih tetap bertahan di dalam lapak yang disediakan pemerintah. Salah satunya adalah Abah Jupri, pedagang ikan pindang, yang memilih tetap berjualan di dalam pasar.

Ia mengaku enggan pindah keluar pasar karena tidak ingin repot mengangkut barang dagangannya setiap hari. “Kalau pindah keluar capek harus angkut barang terus. Di dalam lebih enak karena sudah ada tempatnya,” ucap Abah Jupri.

Yadi pedagang kerupuk, juga memilih bertahan di dalam pasar. Menurut Yadi, berjualan di dalam pasar lebih aman terutama saat hujan turun.

“Kalau di dalam lebih nyaman dan aman saat hujan. Saya juga tidak perlu keluar biaya sewa meja lagi,” ujar Yadi.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Lebak membebaskan biaya sewa lapak bagi pedagang selama satu tahun pertama. Meski demikian, banyak pedagang justru memilih menyewa meja di luar pasar dengan biaya sekitar Rp15 ribu per hari dan berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka demi kenyamanan berjualan dan kelancaran transaksi jual beli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....