Lima Jemaah Haji Kota Serang Batal Terbang, Keluarga Kecewa

  • 21 Mei 2026 11:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kekecewaan mendalam dirasakan keluarga calon jemaah haji asal Kota Serang setelah lima jemaah dari Kloter 20 dipastikan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci akibat hasil pemeriksaan kesehatan terakhir di embarkasi. Keputusan pembatalan terjadi menjelang keberangkatan, saat seluruh proses persiapan dan pemeriksaan awal di daerah asal hingga embarkasi sebelumnya dinyatakan berjalan normal.

Salah satu keluarga jemaah, Aspadi, mengaku tidak menyangka ibunya, Mastu’ah (66), gagal berangkat di tahap akhir keberangkatan. “Awalnya sudah cek kesehatan dari sini, segala macam lolos. Di embarkasi juga lolos,” kata Aspadi, Kamis, 21 Mei 2026.

Namun saat pemeriksaan ulang di bandara, kondisi kesehatan Mastu’ah kembali dievaluasi dan dinyatakan tidak memungkinkan untuk terbang. “Pas mau terbang ada pemeriksaan lagi di bandara, terus ditolak dengan alasan stroke ringan,” ujarnya.

Ia menyebut keluarga tidak memperoleh gambaran sebelumnya terkait kondisi kesehatan yang menjadi dasar pembatalan keberangkatan. “Kalau memang ada gejala, harusnya dari awal ketahuan. Jadi keluarga juga kaget,” ucapnya.

Data dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang mencatat lima jemaah Kloter 20 tidak dapat diberangkatkan karena pertimbangan medis. Mastu’ah binti Maska Banjar (66) tercatat mengalami pembesaran jantung dan penyakit jantung iskemik kronis. Naimah binti Siman Madumar (46) memiliki riwayat tuberkulosis.

Selain itu, Juriyah binti Dera’i Tiwang (71) masih menjalani pengobatan TBC paru dengan hasil TCM positif. Samiran bin Wongso Pawiro (54) mengalami diabetes melitus dengan hiperglikemia serta riwayat serangan jantung.

Sarnata bin Sarnaka bin Asmawar (59) diketahui menderita penyakit ginjal kronis stadium empat disertai anemia dan gangguan irama jantung. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang, Umi Sahiyah, mengatakan pemeriksaan kesehatan akhir dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah layak menjalani perjalanan ibadah haji.

“Ada yang stroke, jantung, diabetesnya tinggi, sampai TBC,” kata Umi.

Kelima jemaah tersebut kini kembali ke rumah masing-masing dan masih tercatat dalam data keberangkatan untuk kemungkinan penjadwalan ulang pada musim haji berikutnya, bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....