SRT 37 Serang Raih Akreditasi, Perkuat Mutu Pendidikan dan Pembinaan Siswa
- 15 Mei 2026 12:46 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang terus memperkuat sistem pendidikan dan pembinaan siswa berasrama seiring proses akreditasi yang dijalani sekolah tersebut. SRT 37 Serang masuk dalam sasaran akreditasi fase pertama Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM).
Kepala SRT 37 Serang, Ria Seprianika mengatakan, Sekolah Rakyat Dasar 37 Serang meraih akreditasi B, sedangkan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 37 Serang memperoleh akreditasi C. Capaian itu diraih saat usia sekolah baru berjalan sekitar delapan bulan.
“Alhamdulillah Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang masuk sasaran akreditasi fase satu dan sudah mendapatkan hasil akreditasi,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan, proses penilaian dilakukan asesor melalui pemeriksaan dokumen sekolah yang diunggah ke sistem Sispena, observasi lapangan, hingga wawancara dengan guru, siswa, dan orang tua murid. Visitasi dilakukan selama dua hari untuk jenjang SD dan dua hari untuk jenjang SMP.
Menurut Ria, hasil akreditasi membuat sekolah kini dapat menyelenggarakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) serta menerbitkan ijazah bagi peserta didik.
“Kalau sudah diakreditasi berarti sekolah kami bisa menyelenggarakan TKA dan mengeluarkan ijazah,” katanya.
Saat ini, SRT 37 Serang memiliki 98 siswa terdiri dari 50 siswa SD dan 48 siswa SMP. Seluruh siswa mengikuti sistem pendidikan berasrama dengan aktivitas pembelajaran dan pembinaan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari.
Untuk jenjang SD, pembelajaran tersedia dari kelas 1 hingga kelas 6, sedangkan SMP terdiri dari kelas 7 sampai kelas 9. Kegiatan belajar dibagi dalam empat rombongan belajar, yakni dua rombel SD dan dua rombel SMP.
“Anak-anak mengikuti kegiatan sekolah dari Senin sampai Jumat dari pagi sampai sore, lalu kegiatan keasramaan dari sore sampai malam. Sabtu dan Minggu full kegiatan keasramaan,” ucapnya.
Kegiatan siswa dimulai setiap pagi dengan pembelajaran di kelas dan aktivitas rutin seperti upacara bendera setiap Senin. Setelah kegiatan belajar selesai pukul 15.00 WIB, siswa mengikuti waktu tambahan nutrisi atau snack sebelum menjalani kegiatan ekstrakurikuler mulai pukul 16.00 WIB.
SRT 37 Serang juga menerapkan pembinaan disiplin dan pengembangan minat bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Terdapat 10 kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia bagi siswa SMP, di antaranya Pramuka, PMR, Paskibra, seni rupa, pencak silat, seni tari, paduan suara, dan English Club.
Untuk siswa SMP, terdapat tiga kegiatan wajib yakni Pramuka, English Club, dan PIK-R ( Pusat Informasi dan Konseling Remaja). Sementara siswa SD wajib mengikuti Pramuka, English Club, dan pencak silat. Kegiatan lainnya bersifat pilihan sesuai minat siswa.
“English Club wajib karena kami ingin menanamkan kemampuan bahasa asing kepada anak-anak,” katanya.
Selain kegiatan pembelajaran, sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan aktivitas siswa. Di antaranya perpustakaan, ruang UKS, laboratorium IPA, laboratorium komputer, aula kegiatan, ruang makan, hingga fasilitas pembelajaran digital dengan konsep satu siswa satu laptop.
“Anak-anak mendapatkan pembelajaran digital, satu anak satu laptop,” ujarnya.
Dalam keseharian, siswa mendapatkan tiga kali makan dan dua kali tambahan nutrisi setiap hari. Seluruh kebutuhan makan siswa disiapkan melalui vendor katering yang bekerja sama dengan sekolah.
Menurut Ria, sebagian besar siswa berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu dan sebelumnya ada yang tidak bersekolah. Sistem pendidikan berasrama diterapkan untuk membantu membangun kedisiplinan dan pola hidup yang lebih teratur.
Meski begitu, proses adaptasi masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Ia mengakui ada beberapa anak yang sempat meninggalkan asrama, namun seluruhnya kembali setelah dilakukan pendampingan dan komunikasi dengan orang tua.
“Kalau ada anak yang kangen rumah biasanya dijemput lagi oleh wali asuhnya. Sampai saat ini tidak ada yang benar-benar tidak kembali,” katanya.
Komunikasi dengan orang tua siswa juga tetap dilakukan secara berkala. Sekolah membuka jadwal kunjungan keluarga dua minggu sekali setiap hari Minggu pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Ria berharap sistem pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membentuk siswa yang lebih disiplin, mandiri, dan memiliki kemampuan akademik yang baik sesuai slogan sekolah, “Cerdas Bersama Tumbuh Setara”.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....