Pemkot Serang Siapkan Wisata Terintegrasi, Tamu Negara Wajib Nginap di Dalam Kota

  • 14 Mei 2026 09:43 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Aktivitas kunjungan dinas dan tamu negara di Kota Serang akan diarahkan memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah melalui sektor hotel, wisata dan usaha masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini tengah menyiapkan Surat Edaran Wali Kota Serang yang mengarahkan tamu kunjungan dari luar daerah untuk menginap di hotel-hotel yang berada di Kota Serang.

Kebijakan tersebut disiapkan bersamaan dengan peluncuran program wisata terintegrasi lintas daerah di Provinsi Banten yang menempatkan Kota Serang sebagai pusat persinggahan wisatawan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, selama ini banyak tamu yang memiliki agenda kegiatan di Kota Serang justru memilih menginap di daerah lain seperti Tangerang, Kabupaten Serang hingga kawasan wisata Anyer.

Akibatnya, perputaran ekonomi dari sektor perhotelan dan jasa belum dirasakan maksimal oleh Kota Serang.

“Tujuannya agar dampak ekonomi dan PAD dari kunjungan itu bisa dirasakan Kota Serang,” kata Zeka, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, tamu yang menginap di Kota Serang nantinya tidak hanya menggunakan fasilitas hotel, tetapi juga akan ditawarkan berbagai paket wisata yang telah disiapkan bersama pelaku usaha dan komunitas pariwisata.

Paket wisata tersebut meliputi city tour, wisata religi, wisata bahari hingga wisata olahraga dan alam. Untuk city tour, wisatawan akan diajak mengunjungi sejumlah ikon dan pusat aktivitas di Kota Serang, sedangkan wisata religi diarahkan ke kawasan sejarah dan situs keagamaan yang ada di Banten.

Selain itu, wisata bahari juga disiapkan dengan tujuan Pulau Lima, Pantai Anyer dan kawasan pesisir lainnya. Sementara wisata olahraga dan wisata alam akan terhubung dengan destinasi Negeri di Atas Awan hingga kawasan Sawarna di Kabupaten Lebak.

“Kota Serang menjadi home base. Jadi mereka datang dan menginap di Kota Serang, lalu wisata bisa ke berbagai daerah di Banten,” ujarnya.

Program wisata terintegrasi tersebut dijadwalkan mulai diluncurkan pada 17 Mei 2026 bersama pelaku usaha dan komunitas pariwisata.

Disparpora Kota Serang juga mulai membangun kerja sama lintas daerah dengan Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak agar paket wisata yang disiapkan dapat saling terhubung.

Menurut Zeka, pola wisata lintas daerah itu diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....