Dindikbud Kota Serang Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan
- 12 Mei 2026 09:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dilakukan secara transparan dengan pengawasan ketat guna mencegah praktik kecurangan maupun titip-menitip siswa. Seluruh proses pendaftaran tahun ini dipastikan menggunakan sistem daring atau online.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, secara substansial mekanisme penerimaan murid baru tahun ini tidak mengalami perubahan besar. Pemerintah tetap menerapkan empat jalur penerimaan, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
Namun, terdapat perubahan pada komposisi kuota penerimaan. Jalur domisili kini ditetapkan sebesar 50 persen, jalur prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen, serta mutasi lima persen. Sebelumnya, jalur domisili mencapai 60 persen dari total daya tampung sekolah.
Menurut Ahmad Nuri, penerapan sistem online menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan proses penerimaan yang lebih akuntabel dan terbuka bagi masyarakat. Seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Dinas Pendidikan sehingga dapat diakses publik secara langsung.
“Kami memiliki tagline melayani dengan hati tanpa gratifikasi. Jika ada satuan pendidikan yang mencoba melakukan tindakan transaksional atau manipulasi, maka akan diberikan sanksi sesuai juknis yang berlaku,” kata Ahmad Nuri dalam program Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Selasa, 12 Mei 2026.
Selain membentuk tim pengawasan internal, Dinas Pendidikan juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat selama proses SPMB berlangsung. Tim tersebut melibatkan pengawas pendidikan hingga unsur Dewan Pendidikan untuk menerima laporan dugaan pelanggaran maupun manipulasi data.
Dinas Pendidikan Kota Serang juga menyiapkan perangkat internet dan sistem digitalisasi guna mengantisipasi kendala server saat proses pendaftaran berlangsung. Tahun ini, daya tampung SMP negeri di Kota Serang mencapai 8.559 siswa, sedangkan jumlah lulusan SD diperkirakan lebih dari 13 ribu siswa sehingga potensi lonjakan akses dinilai cukup tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....