Angka Anak Putus Sekolah di Lebak Tinggi
- 05 Mei 2026 21:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Angka anak putus sekolah di Kabupaten Lebak masih menjadi perhatian serius pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 22.563 anak tidak melanjutkan pendidikan atau berhenti di tengah jalan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.101 anak merupakan lulusan dari jenjang sebelumnya yang tidak melanjutkan ke tingkat pendidikan berikutnya. Kondisi ini mencerminkan tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di daerah tersebut.
Masalah ekonomi keluarga menjadi faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Banyak anak terpaksa berhenti sekolah untuk membantu orang tua atau karena keterbatasan biaya pendidikan.
Selain faktor ekonomi, rendahnya motivasi belajar juga turut berkontribusi. Lingkungan pergaulan serta pengaruh penggunaan gadget yang tidak terkontrol memperparah kondisi ini.
Bupati Lebak,Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi ini. Ia menilai angka tersebut masih jauh dari harapan pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam amanatnya saat upacara peringatan yang digelar di Alun-alun Rangkasbitung, Senin, 4 Mei 2026. “Kami sangat prihatin karena angka anak putus sekolah di Lebak masih tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua, baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak terkait lainnya,” ujar Hasbi.
Ia menegaskan pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, jika permasalahan ini tidak segera ditangani secara serius, maka akan berdampak pada masa depan generasi muda serta pembangunan daerah secara keseluruhan.
Pemerintah daerah pun telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka putus sekolah. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas pendidikan non-formal.
“Kami mendorong pengembangan pendidikan alternatif seperti pondok pesantren dan pusat kegiatan belajar masyarakat agar anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan melalui berbagai program sosialisasi. Langkah lain yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan sektor swasta untuk mendukung program pendidikan.
Meski demikian, tantangan dalam implementasi kebijakan masih cukup besar, terutama di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Dengan angka yang masih tinggi, Kabupaten Lebak kini menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam upaya peningkatan mutu dan keberlanjutan pendidikan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....