Festival Suara Nusantara 2026 Hadirkan Lomba Hingga UMKM di Banten
- 05 Mei 2026 14:58 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Festival Storytelling “Suara Nusantara 2026” tidak hanya menghadirkan kompetisi mendongeng, tetapi juga berbagai kegiatan menarik yang melibatkan masyarakat luas di Provinsi Banten. Acara yang akan digelar pada 16–17 Mei 2026 di Aula Pendopo Gubernur Banten, KP3B, ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus hiburan bagi semua kalangan.
Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Mantovani mengatakan, penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih variatif dibandingkan sebelumnya di Jakarta. Selain lomba storytelling, pengunjung juga dapat mengikuti workshop, menikmati aktivitas interaktif, hingga berbelanja produk lokal.
Menurutnya, kehadiran pelaku UMKM menjadi salah satu pembeda utama pada penyelenggaraan di Banten. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas serta produk lokal yang turut meramaikan suasana festival.
“Di Banten ini kami ingin lebih meriah, jadi ada UMKM, aktivitas interaktif, dan juga pengalaman berbasis teknologi seperti AI yang bisa dicoba langsung oleh pengunjung,” ujarnya kepada RRI, Senin, 4 Mei 2026.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan kegiatan tambahan seperti area mewarnai untuk anak-anak, sehingga festival ini dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat.
Cahaya menjelaskan, konsep acara juga dirancang agar lebih nyaman bagi peserta maupun pengunjung. Salah satunya dengan pengaturan durasi tampil agar peserta tidak kelelahan menunggu giliran tampil, mengingat kegiatan berlangsung sejak pagi hari.
Selain itu, festival ini tetap mempertahankan fokus utamanya sebagai ajang pengembangan bakat storytelling berbasis cerita rakyat Banten. Para peserta akan menampilkan kemampuan terbaiknya dengan membawakan legenda daerah yang telah ditentukan oleh panitia.
Ia berharap, kehadiran festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi ruang berkumpul, belajar, dan menikmati budaya bersama,” kata Cahaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....