Ikan Lebak Tembus Pasar Ekspor Dunia
- 03 Mei 2026 22:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Produksi ikan tangkap nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, kini berhasil menembus pasar ekspor. Capaian ini menunjukkan kualitas hasil laut dari wilayah tersebut masuk dalam kategori terbaik di Indonesia.
Jenis ikan yang diekspor didominasi kelompok ikan pelagis besar. Komoditas unggulan tersebut antara lain tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, dan wahoo yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, mengatakan ikan-ikan tersebut diminati pasar luar negeri karena kualitasnya yang unggul. “Jenis ikan yang menembus pasar ekspor itu kebanyakan ikan pelagis besar seperti tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, dan wahoo,” ujar Rizal, Minggu 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan harga ikan pelagis besar cukup bervariasi, tergantung jenis dan kualitasnya. Saat ini, harga berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.
“Harga ikan pelagis besar itu bervariasi, mulai dari Rp30 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram,” katanya.
Menurut Rizal, proses ekspor dilakukan melalui perusahaan yang berbasis di Jakarta. Hal ini menjadi jalur distribusi utama bagi hasil tangkapan nelayan Lebak ke pasar internasional.
“Untuk ekspor, biasanya dilakukan melalui perusahaan dari Jakarta yang sudah memiliki jaringan pasar luar negeri,” ucapnya.
Kualitas ikan pelagis besar dari Lebak tidak terlepas dari habitatnya yang berada di perairan laut dalam Samudera Hindia. Kondisi ini membuat ikan memiliki mutu yang lebih baik.
“Ikan pelagis besar ini hidup di perairan laut dalam Samudera Hindia, sehingga kualitasnya sangat baik,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, perputaran uang hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut tergolong besar. Berdasarkan data Tempat Pelelangan Ikan (TPI), nilainya mencapai Rp5 miliar setiap bulan.
“Kami memastikan perputaran uang dari hasil tangkapan nelayan mencapai sekitar Rp5 miliar per bulan dan terbesar berasal dari ikan pelagis,” ucap Rizal.
Saat ini, jumlah nelayan aktif di pesisir selatan Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 4.462 orang. Mereka didukung oleh 216 unit kapal berukuran 11 hingga 20 gross ton (GT).
Para nelayan tersebut tersebar di 11 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan total produksi tangkapan mencapai sekitar 7.000 ton per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor perikanan tangkap di wilayah tersebut.
Rizal menjelaskan karakteristik ikan pelagis yang hidup bergerombol dan bermigrasi. Kondisi ini memengaruhi kandungan nutrisi yang dimiliki ikan tersebut.
“Ikan pelagis hidup bergerombol dan bermigrasi, serta memiliki kandungan minyak hingga 30 persen di jaringan tubuh dan rongga perutnya,” katanya.
Ia menambahkan kandungan minyak yang tinggi membuat ikan pelagis memiliki nilai gizi yang baik. Selain itu, kandungan proteinnya juga cukup besar sehingga diminati pasar global.
Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun, Wading, mengatakan sebagian hasil tangkapan nelayan memang telah menembus pasar ekspor dan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat. “Produksi tangkapan nelayan kami sebagian sudah menembus pasar ekspor melalui perusahaan dari Jakarta,” ujar Wading.
Menurutnya, keberhasilan ekspor tersebut turut meningkatkan pendapatan nelayan. Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar sektor perikanan semakin berkembang.
“Hal ini tentu meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan dan kami berharap dukungan terus diberikan agar hasil tangkapan semakin optimal,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....