Hujan Es Mengejutkan Warga Cikulur
- 02 Mei 2026 08:10 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, dikejutkan oleh fenomena hujan es yang terjadi di tengah hujan deras disertai angin kencang dan petir, Jumat sore, 1 Mei 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.04 WIB saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Kondisi cuaca ekstrem membuat sebagian warga panik dan berusaha mencari perlindungan.
Hujan es dilaporkan muncul di beberapa titik, terutama di Desa Sukadaya. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan kilatan petir dan tiupan angin kencang.
Salah seorang warga Kampung Sadang, Desa Sukadaya, Eer(30), mengaku terkejut karena baru pertama kali menyaksikan kejadian tersebut. “Saya kaget, baru pertama kali lihat hujan es. Tadi hujannya deras sekali, disertai angin dan petir juga,” ujar Eer.
Ia mengatakan, kondisi tersebut sempat membuat warga khawatir karena intensitas hujan yang tinggi dan suara benturan benda keras di sekitar rumah.
Warga lainnya, Amin (42), juga membenarkan adanya hujan es yang turun di wilayahnya. Ia bahkan mendengar langsung suara butiran es yang jatuh.
“Saya dengar suara seperti batu kecil jatuh ke atap rumah. Ternyata itu butiran es,” kata Amin.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak,Febby Rizki Pratama, membenarkan adanya laporan hujan es di Kecamatan Cikulur. Menurutnya, fenomena tersebut bukan pertama kali terjadi di wilayah Lebak, terutama saat masa peralihan musim atau pancaroba.
“Biasanya fenomena seperti ini terjadi saat pancaroba, ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem seperti hujan lebat tiba-tiba, angin kencang, hingga hujan es,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi tersebut. Namun, warga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami minta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap angin kencang yang bisa menyebabkan kerusakan,” kata Febby.
Ia menambahkan, laporan hujan es sejauh ini baru diterima dari Kecamatan Cikulur, sementara wilayah lain masih dalam pemantauan petugas.
Berdasarkan analisis sementara dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, fenomena cuaca ekstrem di wilayah Banten dipengaruhi beberapa faktor atmosfer. Faktor tersebut antara lain adanya daerah konvergensi di selatan Banten yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan, serta aktivitas gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby ekuator di Pulau Jawa.
Kelembapan udara yang tinggi pada lapisan 850–500 mb, berkisar antara 75 hingga 95 persen, turut mendukung terbentuknya awan konvektif. Data curah hujan hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan intensitas hujan lebat di sejumlah titik, seperti di AWS Cibadak sebesar 53,4 mm dan di BPP Cimanuk sebesar 20,6 mm.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat, dan angin kencang, serta terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....