Rekonstruksi Jalan Cibungur Sindangwangi Tingkatkan Infrastruktur Lebak
- 29 Apr 2026 21:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mengupayakan peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Salah satunya melalui rekonstruksi ruas jalan Cibungur (Sabagi) – Sindangwangi yang kini tengah dilaksanakan.
Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan, tetapi juga membangun kembali struktur jalan agar lebih kuat, andal, dan berumur panjang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah.
Kepala Dinas PUPR Lebak, Dade Yan Apriyandi, menyampaikan rekonstruksi dilakukan dengan pendekatan teknis yang lebih komprehensif dibandingkan metode tambal sulam.
“Rekonstruksi ini bukan sekadar perbaikan permukaan jalan, tetapi pembangunan ulang struktur agar lebih tahan terhadap beban lalu lintas dan kondisi cuaca,” ujar Dade, Rabu, 29 April 2026 .
Penanganan ruas jalan tersebut menggunakan metode perkerasan beton semen atau rigid pavement. Metode ini dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap tekanan kendaraan berat serta perubahan cuaca ekstrem. Dengan penggunaan beton, diharapkan umur layanan jalan menjadi lebih panjang serta meminimalkan biaya pemeliharaan dalam jangka panjang. Hal ini juga memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jalan.
Secara teknis, proyek ini mencakup panjang penanganan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar jalan 5 meter. Dimensi tersebut dinilai memadai untuk mendukung arus kendaraan dua arah. Ketebalan beton dirancang mencapai 20 sentimeter. Ukuran ini umum digunakan untuk memastikan kekuatan struktur jalan dalam menahan beban berat sekaligus mencegah kerusakan dini.
“Ketebalan beton 20 sentimeter ini dirancang untuk memastikan jalan mampu menahan beban kendaraan berat dan tetap stabil dalam jangka panjang,” kata Dade.
Tahapan pekerjaan diawali dengan persiapan badan jalan, termasuk pembersihan serta pengupasan lapisan lama. Langkah ini penting untuk memastikan dasar konstruksi dalam kondisi optimal.
Selanjutnya dilakukan perbaikan tanah dasar atau subgrade agar memiliki daya dukung yang merata. Tahap ini menjadi fondasi utama bagi kekuatan struktur jalan secara keseluruhan.
Setelah itu, dipasang lapis pondasi bawah atau subbase yang berfungsi sebagai alas stabil sebelum dilakukan pengecoran beton. Proses ini memastikan distribusi beban lebih merata.
Pengecoran beton dilakukan dengan pengendalian mutu yang ketat. Mulai dari pengaturan komposisi campuran, pemadatan, hingga perataan permukaan dilakukan sesuai standar teknis.
Selain itu, dibuat pula sambungan atau joint pada beton untuk mengantisipasi retak akibat perubahan suhu dan tekanan beban kendaraan. Teknik ini menjadi bagian penting dalam konstruksi rigid pavement.
Melalui rekonstruksi ini, diharapkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Lebak semakin meningkat dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah pun optimistis proyek ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....