Pemkab Lebak Terus Perkuat Kolaborasi Tangani ODGJ

  • 29 Apr 2026 15:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat penanganan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan kepolisian, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan, guna memastikan penanganan yang lebih komprehensif.

Sekertaris Dinsos Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan penanganan ODGJ tidak hanya sebatas penertiban di jalanan. Lebih dari itu, pemerintah juga berupaya mengembalikan mereka kepada keluarga serta memberikan terapi kejiwaan yang layak. “Penanganan ODGJ bukan hanya mengamankan di lapangan, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat,” ujar Lela di Rangkasbitung, Rabu, 29 April 2026.

Dalam pelaksanaannya, Dinsos Lebak telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Bani Syifa sebagai mitra rehabilitasi. Yayasan tersebut berperan dalam memberikan terapi kejiwaan bagi ODGJ yang membutuhkan perawatan intensif. “Kami sudah bekerja sama dengan Yayasan Bani Syifa untuk penanganan terapi. Banyak ODGJ di Lebak yang sudah ditangani di sana,” kata Lela.

Sedangkan kerja sama dengan Polres Lebak dilakukan untuk menelusuri identitas dan asal-usul ODGJ. Proses ini melibatkan tim Inafis guna membantu mengungkap latar belakang serta kemungkinan keluarga yang dapat dihubungi. “Dengan bantuan kepolisian, kami bisa menelusuri keluarga ODGJ dan mencari tahu penyebab gangguan yang dialami,” katanya.

Menurut Lela, langkah ini penting agar penanganan tidak berhenti di rehabilitasi saja, tetapi juga berlanjut hingga reintegrasi dengan keluarga. Namun, proses tersebut sering kali menemui kendala. Ia mengungkapkan saat ini banyak ditemukan ODGJ baru yang berkeliaran di wilayah Lebak. Setelah ditelusuri, sebagian dari mereka bukan merupakan warga setempat. “Kami menemukan banyak wajah baru, dan setelah ditelusuri ternyata mereka berasal dari luar daerah,” ucap Lela.

Fenomena tersebut diduga terjadi karena adanya praktik pembuangan ODGJ dari daerah lain ke wilayah Lebak. Hal ini tentu menjadi tantangan tambahan bagi pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial tersebut. “Kami menduga ada ODGJ dari daerah lain yang sengaja dibuang ke Lebak,” ujarnya.

Dinsos Lebak sendiri telah beberapa kali memulangkan ODGJ ke daerah asal mereka. Di antaranya ke Yogyakarta dan Lampung setelah identitas serta keluarga mereka berhasil ditemukan. “Kami sudah memulangkan beberapa ODGJ ke keluarganya, termasuk ke Yogyakarta dan Lampung,” kata Lela.

Meski demikian, Lela mengakui penanganan ODGJ bukan perkara mudah. Tidak sedikit dari mereka yang sudah sembuh, namun kembali mengalami kekambuhan setelah dipulangkan ke lingkungan keluarga. “Sering kali mereka sudah membaik, tapi setelah kembali ke keluarga malah kambuh lagi dan kembali ke jalan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan ODGJ. Dukungan lingkungan yang stabil menjadi faktor kunci agar mereka tidak kembali mengalami gangguan.

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap adanya kesadaran bersama, baik dari keluarga maupun masyarakat, untuk ikut berperan dalam penanganan ODGJ. Dengan demikian, upaya yang dilakukan tidak sia-sia dan dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....