Kemiskinan Lebak Turun Jadi 8,2 Persen
- 29 Apr 2026 02:24 WIB
- Banten
RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi sekitar 8,2 persen pada tahun 2026. Capaian ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun 2020 yang berada di angka 10,4 persen.
Penurunan tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan tren penurunan ini mencerminkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat secara bertahap. “Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan adanya perbaikan, tetapi tentu upaya pengentasan kemiskinan masih perlu terus diperkuat,” ujar Lela, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penyaluran bantuan sosial semata. Faktor lain seperti perbaikan kualitas data kesejahteraan masyarakat juga berperan penting.
Menurutnya, pembaruan dan validasi data menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan dalam penyaluran bantuan. “Dengan data yang semakin akurat, kita bisa meminimalkan inclusion error maupun exclusion error dalam penyaluran bantuan,” katanya.
Lela menambahkan, pemerintah daerah terus menyelaraskan data tersebut dengan program yang bersumber dari APBD serta program dari Kementerian Sosial.
“Dari perbaikan data yang terus kita lakukan, kita juga menyelaraskan dengan APBD dan program Kemensos, termasuk program PPSE untuk pemberdayaan melalui modal kewirausahaan,” katanya.
Selain bantuan sosial, Pemkab Lebak juga mendorong program pemberdayaan ekonomi keluarga. Program ini menyasar masyarakat usia produktif agar mampu mandiri secara ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian bantuan modal usaha secara bertahap. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat. Pemkab Lebak juga menjalankan program sekolah rakyat sebagai strategi memutus rantai kemiskinan.
Program ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.
“Anak-anak sekolah rakyat diarahkan menjadi agen perubahan untuk keluar dari kemiskinan, sementara orang tuanya didukung melalui bantuan permodalan usaha,” ujar Lela.
Bantuan juga diberikan kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan lansia produktif. Program ini bertujuan memperluas jangkauan perlindungan sosial.
Pada tahun 2026, bantuan permodalan disalurkan kepada 70 penerima. Rinciannya terdiri dari 50 penyandang disabilitas produktif dan 20 keluarga rentan dengan usaha rintisan. “Bagi yang punya embrio usaha, baru hari ini mulai kita jalankan. Ada 20 keluarga rentan dan 50 penyandang disabilitas, total 70 penerima pada 2026,” katanya.
Lela menegaskan, keberlanjutan program pemberdayaan menjadi kunci utama dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Ia berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat terus meningkat.
“Target kita akan terus ditingkatkan dan mudah-mudahan dukungan anggaran juga semakin besar,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....