TPST Modern Berkapasitas Besar Segera Dibangun di Maja
- 29 Apr 2026 02:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan merencanakan pembangunan tempat pemrosesan sampah terpadu (TPST) berkapasitas besar di Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja. Proyek ini menjadi bagian dari modernisasi pengelolaan sampah di daerah.
Rencana pembangunan TPST tersebut mendapat dukungan pendanaan internasional melalui kerja sama dengan Bank Dunia. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat yang kemudian dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Sekretaris DLH Lebak, Nana Mulyana, menjelaskan, proyek TPST merupakan program pemerintah pusat yang didanai melalui skema kerja sama internasional.
“Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang didukung pendanaan internasional, kemudian pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah daerah,” ujar Nana, Selasa, 28 April 2026.
TPST yang akan dibangun di kawasan TPA Dengung ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 100 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengurangi beban sampah di Kabupaten Lebak.
Untuk mendukung pembangunan, Pemkab Lebak telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1,9 hektare. Lahan tersebut akan menjadi lokasi utama pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.
Saat ini, proyek masih berada pada tahap sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah menilai keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
“Pada tahap awal, kita fokus pada sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat dan mekanisme pengelolaan sampah di TPST ini,” kata Nana.
Pemerintah menargetkan kegiatan nonfisik seperti edukasi dan pelatihan akan dilaksanakan pada tahun 2027. Sementara itu, pembangunan fisik direncanakan mulai pada tahun 2028.
Nana menegaskan, pembangunan TPST tidak akan menghilangkan mata pencaharian masyarakat. Justru sebaliknya, proyek ini membuka peluang kerja baru di sektor pengelolaan sampah.
“Keberadaan TPST ini tidak menghilangkan pekerjaan warga, tetapi justru membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” katanya.
Dalam operasionalnya, TPST akan mengolah sampah secara terintegrasi, baik organik maupun anorganik. Teknologi yang digunakan memungkinkan proses pengolahan menjadi lebih efisien.
Sampah organik nantinya akan diolah menjadi kompos dan produk budidaya. Sampah plastik akan diproses menjadi bahan bakar alternatif.
“Seluruh sampah akan dipilah menggunakan mesin. Organik jadi kompos, plastik diolah menjadi RDF yang sudah memiliki offtaker dari industri semen,” ucap Nana.
Pada tahap awal, TPST akan difokuskan untuk menangani sampah di wilayah Kabupaten Lebak. Namun ke depan, kapasitasnya berpotensi ditingkatkan. Pemkab Lebak berharap fasilitas ini dapat menerima sampah dari luar daerah sehingga mampu menjadi sumber pendapatan asli daerah. Pembangunan TPST Sindangmulya diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....