Kaji Politik Gender di Pandeglang, Encop Sopia Raih Gelar Doktor
- 28 Apr 2026 15:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Isu keterwakilan perempuan dalam kancah politik lokal menjadi sorotan utama dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Promovenda Program Studi Ilmu Politik, Encop Sopia, berhasil mempertahankan disertasinya yang membedah dinamika lahirnya kebijakan berperspektif gender di Kabupaten Pandeglang Rovinsi Banten, dan Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Penelitian bertajuk "Mendorong Representasi Substantif Perempuan di Tingkat Lokal" ini menelisik proses legislasi Peraturan Daerah Pengarusutamaan Gender (Perda PUG) pada periode 2019–2024. Encop menekankan keberadaan perempuan di parlemen daerah tidak boleh hanya sekadar memenuhi kuota angka atau representasi deskriptif.
'"Melainkan harus mampu melakukan transformasi kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata kaum perempuan," ucap Encop, saat memaparkan temuannya di hadapan dewan penguji, Selasa 28 April 2026.
"Representasi perempuan tidak berhenti pada angka di parlemen. Ia harus ditransformasikan menjadi kebijakan nyata yang menjawab kebutuhan perempuan di masyarakat," ujar Encop.
Dalam temuannya, Encop mengungkapkan adanya perbedaan pola gerak politik di dua wilayah tersebut. Di Kabupaten Pandeglang, misalnya inisiatif lahirnya Perda PUG lebih banyak dimotori oleh anggota DPRD dengan dukungan masif dari berbagai organisasi perempuan. "Sebaliknya, di Kabupaten Karawang, peran pemerintah daerah atau eksekutif nampak lebih dominan dalam menginisiasi kebijakan dengan sokongan jaringan masyarakat sipil," katanya.
Dalam disertasi ini Encop menegaskan peningkatan jumlah keterwakilan perempuan di lembaga legislatif bukan jaminan otomatis lahirnya kebijakan yang responsif gender. Menurutnya diperlukan kepemimpinan politik yang progresif serta koalisi lintas sektor yang kuat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Sidang promosi doktor ini diharapkannya mampu memperkaya literasi mengenai politik representasi di era desentralisasi," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....