Minim Pembinaan Lanjutan, Regenerasi Penulis Muda Berisiko Terhenti

  • 28 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Minimnya keberlanjutan pembinaan menjadi tantangan dalam menjaga eksistensi penulis muda di bidang sastra. Pendiri Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa, Encep Abdullah, menyoroti banyaknya siswa berbakat yang tidak melanjutkan aktivitas menulis setelah lulus sekolah.

Menurutnya, fenomena ini menjadi persoalan serius dalam ekosistem sastra. Ia mengungkapkan, sejumlah siswa yang sebelumnya aktif dan menunjukkan potensi justru berhenti berkarya ketika tidak lagi berada dalam lingkungan pembinaan.

“Setelah lulus mereka banyak yang berhenti menulis, padahal itu potensi yang harusnya terus dikembangkan,” ujarnya dalam dialog Banten Menyapa, Selasa, 28 April 2026.

Ia menjelaskan, selama proses pembinaan, siswa sebenarnya mampu berkembang melalui latihan, bacaan, serta pendampingan intensif. Namun, ketika tidak ada lagi ruang atau komunitas yang mendukung, minat tersebut perlahan memudar.

Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya wadah lanjutan bagi penulis pemula. Encep menilai, kurangnya pendampingan setelah siswa lulus membuat mereka kehilangan arah untuk terus berkarya dan mengasah kemampuan menulis.

“Kadang saya juga berpikir, setelah mereka lulus ini akan lanjut menulis dengan siapa, itu yang jadi kekhawatiran,” kata Encep.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam menjaga konsistensi berkarya. Tanpa dukungan yang berkelanjutan, potensi yang sudah terbentuk sejak sekolah berisiko hilang begitu saja.

Menurutnya, pembinaan tidak seharusnya berhenti di sekolah. Perlu adanya kesinambungan antara sekolah, komunitas, dan ruang publikasi agar siswa tetap memiliki akses untuk berkembang.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam membangun fondasi awal serta mengarahkan siswa ke jalur yang tepat. Namun, upaya tersebut harus diikuti dengan dukungan sistem yang berkelanjutan di luar lingkungan pendidikan formal.

Encep berharap berbagai pihak dapat lebih serius memperhatikan keberlanjutan pembinaan literasi. Ia menilai, menjaga konsistensi penulis muda sama pentingnya dengan menemukan bakat baru, agar ekosistem sastra tetap hidup dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....