Kota Tangerang Perkuat Peran Forum Pengurangan Risiko Bencana

  • 27 Apr 2026 09:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang memperkuat fondasi perlindungan masyarakat melalui penguatan peran Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan kolektif merupakan kunci utama dalam membangun ketangguhan kota di tengah dinamika perkembangan kawasan perkotaan yang kian kompleks.

Dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026 yang digelar di bantaran Sungai Cisadane, pada Minggu 26 April 2026, Sachrudin menyebut FPRB memiliki fungsi strategis sebagai motor penggerak kolaborasi. Menurutnya, langkah antisipasi harus dibangun sejak dini dari lingkup terkecil masyarakat tanpa harus menunggu bencana terjadi.

"Kita tidak boleh menunggu, kesiapsiagaan harus dibangun dari sekarang dimulai dari lingkungan terkecil. Semakin kita siap, maka semakin kecil dampak bencana yang akan ditimbulkan," ujar Sachrudin, Senin 27 April 2026.

Menurut Sacrudin risiko bencana seperti banjir dan cuaca ekstrem sulit dihindari sepenuhnya, namun dampak kerugiannya dapat ditekan melalui perencanaan yang matang. Pemanfaatan teknologi untuk pemetaan wilayah rawan serta penguatan literasi kebencanaan hingga tingkat RT/RW dinilainya menjadi prioritas utama guna menciptakan budaya siaga di tengah warga.

Ia berharap FPRB mampu mengoptimalkan konsep kolaborasi pentahelix dengan merangkul dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Sinergi ini menurutnya perlu dilakukan untuk memperkuat program Kampung Tangguh Bencana yang berbasis pada pemberdayaan komunitas lokal. Keterlibatan aktif seluruh elemen ini dinilainya krusial karena penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya beban pemerintah.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aksi lapangan, pemerintah Kota tangerang juga menyerahkan sejumlah bantuan hibah berupa peralatan evakuasi seperti perahu dayung, pelampung, dan helm rescue. Selain penguatan sarana fisik, dilakukan pula upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan di sepanjang bantaran Sungai Cisadane untuk meminimalkan risiko kerusakan ekosistem.

Sementara, Ketua FPRB, Supiani menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan aksi nyata di tengah masyarakat. Komitmen forum ini dikatakannya akan difokuskan pada penguatan edukasi serta respon cepat dalam pengurangan risiko bencana di wilayah-wilayah rentan guna mendukung visi Tangerang sebagai kota yang aman dan tangguh.

"Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. FPRB harus hadir sebagai penggerak untuk memastikan kesiapsiagaan ini benar-benar menjadi budaya bersama di Kota Tangerang," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....