Nelayan Tenggelam di Bagedur Ditemukan Meninggal
- 25 Apr 2026 16:05 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan nelayan yang dilaporkan terjatuh di perairan Pantai Bagedur, Muara Binuangeun, Kabupaten Lebak, dalam kondisi meninggal dunia Sabtu, 25 April 2026. Korban diketahui bernama Agus (43), warga Kampung Kanaga, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Ia ditemukan pada hari kelima pencarian atau H.5 sekitar pukul 08.05 WIB.
Penemuan jasad korban terjadi di koordinat kurang lebih 4 nautical mile dari lokasi kejadian awal. Tim SAR segera melakukan evakuasi setelah memastikan identitas korban. Komandan tim operasi SAR, Estu menyampaikan, pencarian hari kelima dimulai dengan briefing pada pukul 07.00 WIB.
Seluruh unsur yang terlibat diarahkan untuk menyisir area sesuai rencana operasi. “Pagi ini kami melakukan pencarian berdasarkan evaluasi dan prediksi SAR map. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan,” ujar Estu.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan perahu karet menuju Posko SAR di Dermaga Tanjung Panto. Proses evakuasi berjalan lancar meski kondisi perairan cukup menantang.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Lebak, Kantor SAR Banten, TNI AL, Polairud, serta masyarakat nelayan setempat.
Selain itu, keluarga korban juga turut terlibat dalam proses pencarian selama beberapa hari terakhir. Sinergi antar unsur dinilai menjadi kunci keberhasilan operasi.
Peralatan yang digunakan dalam pencarian meliputi rescue car, rubber boat, drone thermal, serta perlengkapan medis dan komunikasi.
Menurut tim SAR, penggunaan drone thermal membantu memperluas jangkauan pemantauan di area perairan yang sulit dijangkau secara langsung. “Kami memaksimalkan seluruh peralatan yang ada untuk mempercepat proses pencarian,” kata Estu.
Sekitar pukul 09.00 WIB, tim SAR tiba di posko. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Binuangeun menggunakan ambulans desa.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat akan dikembalikan ke satuan masing-masing setelah evaluasi akhir dilakukan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama di kondisi cuaca yang tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....