Curah Hujan Tinggi Jadi Kendala Pengelolaan Sampah di Lebak
- 22 Apr 2026 10:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Momentum Hari Bumi Internasional 2026 menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Lebak. Selain tingginya volume sampah, faktor cuaca seperti curah hujan tinggi turut memperumit penanganan di lapangan.
Plt. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, mengungkapkan produksi sampah di wilayahnya mencapai ratusan ton setiap hari. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, timbulan sampah harian menjadi beban besar yang belum sepenuhnya dapat tertangani secara optimal.
“Kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Lebak dengan populasi 1.500.000 jiwa, timbulan sampah per hari mencapai 612 ton. Dari jumlah tersebut, kami baru mampu mengelola sekitar 35 persen atau kurang lebih 250 ton yang diangkut ke TPA,” kata Nana dalam program Banten Menyapa bersama RRI Banten pada Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah saat ini mengandalkan dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni TPA Dengung di wilayah utara dan TPA Cihara di wilayah selatan. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menyebabkan pelayanan baru menjangkau sekitar 18 dari total 28 kecamatan yang ada.
| Baca juga: Banten Didominasi Cerah Berawan Hari Ini |
Kondisi ini semakin menantang ketika memasuki musim hujan. Curah hujan tinggi menyebabkan area TPA menjadi becek dan sulit diakses, sehingga menghambat proses pengangkutan dan pembuangan sampah. Kendaraan pengangkut kerap mengalami kendala saat proses bongkar muat di lokasi TPA.
Akibatnya, sebagian sampah yang tidak tertangani masih dibuang ke lingkungan, baik dengan cara dibakar, ditimbun, maupun dibuang ke sungai. Praktik ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas, terutama saat hujan yang dapat memicu pencemaran dan penyumbatan aliran air.
Pemerintah daerah terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga. Upaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga organisasi perangkat daerah, guna mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
Ke depan, DLH Kabupaten Lebak menargetkan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dengan peningkatan infrastruktur dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, tantangan akibat tingginya timbulan sampah dan faktor cuaca diharapkan dapat diatasi secara bertahap menuju target bebas sampah pada 2029.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....